Workshop Pembangkit Mikro Hidro, RI Ajukan ke Beberapa Negara Asia

Workshop Pembangkit Mikro Hidro, RI Ajukan ke Beberapa Negara Asia

Hasil gambar untuk pembangkit listrik tenaga mikrohidro

Jakarta – Menteri Luar Negeri, Retno LP Marsudi, akan membahas keamanan pangan, air dan energi dalam dialog Asia di Abu Dhabi. Dalam forum itu RI akan menawarkan kerja sama workshop pembangkit listrik bertenaga mikrohidro ke berbagai negara di Asia.

Forum Asia Cooperation Dialogue (ACD) ke-15 ini akan digelar di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) pada 16-17 Januari 2017 nanti. ACD adalah organisasi yang bersifat voluntary beranggotakan 34 negara.

“Intinya ACD ini adalah suatu forum dialog untuk membahas isu-isu yang dihadapi kawasan Asia. Meliputi wilayah Asia secara keseluruhan. Tantangan yang diidentifikasi mengenai kesenjangan ekonomi seperti kemiskinan, keterbatasan sumber daya seperti energi, pangan dan air. Dan tentunya bagaimana membahas langkah langkah menghadapi tantangan geopolitik maupun ekonomi,” jelas Direktur Intra Kawasan dan Antar Kawasan Asia Pasifik Kemlu, Benjamin Karnadi.

Hal itu dikatakan Benjamin dalam press briefing di Kemlu, Jl Pejambon, Jakarta Pusat. Forum ACD ke-15 kali ini mengambil tema: Abu Dhabi, the capital of sustainable energy”.

“Uni Emirat Arab ini kaya dengan minyak, namun mereka sangat berupaya dan berinvestasi sangat besar, untuk meningkatkan energi yang terbarukan,” imbuhnya.

Dia menambahkan, pertemuan ini dilatarbelakangi pertumbuhan ekonomi dunia yang masih stagnan, meski harga minta masih cukup rendah. Kecenderungan harga minyak yang meningkat, plus tantangan krisis pangan, air dan energi di kawasan Asia harus menjadi perhatian dalam forum itu.

“Indonesia akan menawarkan suatu kerja sama dalam bentuk workshop bidang food, water and energy. Indonesia bekerja sama dengan Uni Emirat Arab, Bahrain, Kazakhstan, Qatar, Tiongkok, Filipina dan Laos, ingin menyelenggarakan suatu workshop mengenai base practices of microhydro power plant for real electrification,” papar Benjamin.

Yang akan diperkenalkan Indonesia adalah energi bersumber dari tenaga air untuk wilayah pedesaan. Menurut Benjamin, Indonesia punya pengalaman cukup baik di pembangkit listrik tenaga mikro hidro ini sehingga diharapkan kerja sama ini bisa terlaksana di 2018.

“Karena ini harus di-adopt dulu, diterima dulu ide ini pada pertemuan itu. Oleh karena itu pelaksaannya baru akan dilaksanakan pada 2018,” jelas dia.

Forum ACD ini akan menghasilkan 3 dokumen yang fokus pada pangan, energi dan air bersih. Juga bagaimana meningkatkan peran swasta dan akademisi di 3 bidang yang krusial ini.

“Ini adalah langkah langkah konkret yang ingin dikembangkan oleh ACD. Isu ketersediaan energi untuk mengembangkan nonfosil yang ingin dikembangkan seperti tenaga surya, arus bahwa laut, juga Indonesia punya banyak ya seperti geotermal panas bumi,” tambah dia.

 

Sumber: detik

Tinggalkan Komentar

%d bloggers like this: