Arab Saudi Mulai Lirik Tenaga Surya, Antisipasi Ketergantungan Minyak

Arab Saudi Mulai Lirik Tenaga Surya, Antisipasi Ketergantungan Minyak

Hasil gambar untuk Arab Saudi Mulai Lirik Tenaga Surya

RIYADH – Arab Saudi yang merupakan eksportir minyak terbesar di dunia kini mengambil langkah reformasi demi mewujudkan proyek energi 9,5 gigawatt (GW). Proyek ini dijalankan menggunakan tenaga surya dan beberapa sarana terbarukan lainnya.

Mengutip Channel News Asia, Selasa (21/2/2017), Arab Saudi mengundang perusahaan lokal maupun internasional untuk mengikuti bidding pada dua proyek. Proyek pertama adalah proyek energi surya berkapasitas 300 megawatt (MW) yang akan dibangun di provinsi Al-Jouf.

Adapun proyek lainnya adalah pengembangan pembangkit listrik tenaga angin berkapasitas 400 MW di Tabuk. Demikian disampaikan oleh Kementerian Energi Arab Saudi.

Pemerintah Arab Saudi mengestimasikan puncak kebutuhan energi menembus 120 GW pada tahun 2032. Saat ini, proyek pembangkit energi di negara itu berasal dari minyak mentah yang dimurnikan maupun gas alam.

Sejalan dengan rencana reformasi ekonomi yang menjadi bagian dari Visi 2030 yang dicanangkan pemerintah, Arab Saudi harus berpaling dari minyak. Karenanya, Arab Saudi menargetkan energi terbarukan berkapasitas 9,5 GW pada 2023.

“Ini menandai titik awal program panjang dan berkelanjutan terkait pengembangan energi di Arab Saudi,” ujar Khaled Al Falih, Menteri Energi Arab Saudi.

Mencapai target 9,5 GW tersebut akan menghabiskan biaya antara 30 miliar hingga 50 miliar dollar AS. Perusahaan-perusahaan dapat mengajukan dokumen bidding hingga 20 Maret 2017 mendatang.

Perusahaan yang memenangkan proyek akan diumumkan pada 10 April 2017. Al Falih menerangkan, proposal resmi bisa dipresentasikan hingga Juli 2017 mendatang.

 

 

sumber: kompas

Tinggalkan Komentar

%d bloggers like this: