Inovasi Negeri Terangi Pelosok Negeri

Inovasi Negeri Terangi Pelosok Negeri

TNI bantu warga buatkan pembangkit listrik tenaga air. (Foto: handout/puspen tni)

Melansir dari liputan6.com, perkembangan energi alternatif sangatlah penting bagi keberlangsungan energi di suatu negara. Banyak energi  alternatif yang dikembangkan oleh barbagai pihak. Mulai dari tenaga angin, cahaya bahkan air. Presiden Joko Widodo juga mencanangkan sebuah program “35 ribu megawatt listrik untuk Indonesia”. Merespon program dari pemerintah PT Pertamina juga turut andil dalam pengembangan EBT (Energi Baru Terbarukan). Pihak Pertamina berfokus pada PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro) dengan memaksimalkan tenaga air yang berasal dari sungai, air terjun dan lain-lain.

PLTMH ini mampu menghasilkan tenaga listrik sekitar 500 kwh dengan mengoperasikan turbin air dan generator sebagai pembangkit listrik. Menurut data LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) yang dikutip dari www.lipi.go.id tahun 2008 potensi tenaga kelistrikan di Indonesia mencapai 75.000 megawatt dan baru sekitar 2,5 persen yang dimanfaatkan. PLTMH milik Pertamina ditarget mampu menghasilkan tenaga listrik 10 persen dari potensi menyeluruh atau sekitar 7.500 megawatt, namun saat ini hanya mampu menghasilkan 100 megawatt.

Dengan potensi PLTMH yang sangat besar dilihat dari ketersediaan energi potensial yang sangat berlimpah sudah semestinya Indonesia mulai mengembangkan PLTMH secara masif dan konsisten terkait dengan EBT. Berdasarkan kementerian ESDM (Energi Sumber Daya Mineral) di tahun 2016 terdapat 12 ribu desa di Indonesia belum teraliri listrik dengan baik. Kementerian ESDM melalui kepala biro komunikasi bapak Dadan Kusdiana menerangkan,” tahun 2016 sudah terealisasi PLTMH sebanyak 17 unit dan menghasilkan energi listrik 1.900 kwh.” Perkembangan terbarupun menginformasikan pada semester 1 tahun 2017 PLTMH sudah merealisasikan sekitar 173 MW dengan ini mereka mampu menerangi sekitar 9.169 kepala keluarga yang ada di 66 desa di seluruh Indonesia.

“Hal ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat Indonesia yang terus tumbuh 7-8 persen dalam lima tahun terakhir. Pemerintah menargetkan untuk dapat menerangi 2.500 desa dalam 2-3 tahun ke depan” terang beliau

Penulis: Bagas raga

Tinggalkan Komentar

%d bloggers like this: