Orbit seberat 8.5 ton di Stasiun Luar Angkasa Cina akan jatuh di Pasifik Selatan

Orbit seberat 8.5 ton di Stasiun Luar Angkasa Cina akan jatuh di Pasifik Selatan

Teknisi Cina sedang mengerjakan Tiangong-1. (foto: AP)

kabar-energi.com – Stasiun luar angkasa Cina Tiangong-1 diperkirakan menabrak orbit dalam 12 jam ke depan. Diperkirakan akan terjadi crash pada 8:10 EDT plus atau minus 2,5 jam. Ini 11:13 EDT. Jadi kecelakaan itu sekitar 6,5 hingga 11,5 jam lagi.

Dikirim ke orbit pada 30 September 2011, Tiangong-1, atau “Istana Surgawi 1”, adalah laboratorium ruang angkasa pertama China, prototipe untuk program ruang angkasa China yang ambisius untuk meluncurkan stasiun angkasa permanen 20 ton pada 2023. Tiangong-1 beratnya 8,5 ton, ukuran 34 kaki kali 11 kaki, dan merupakan ukuran perkiraan bus sekolah.

Aerospace menggunakan data yang tersedia untuk umum dari Angkatan Udara Amerika Serikat dalam membuat prediksi Tiangong-1. Militer memiliki jaringan radar dan teleskop optik, dan menerbitkan data di spacetrack.org.

Setelah Tiangong-1 memasuki atmosfer Bumi, mungkin ada penundaan beberapa jam untuk mengkonfirmasi. Itu karena Aerospace akan menunggu informasi dari beberapa sensor, dalam kasus penurunan Tiangong-1 tidak teramati. Hal ini menjadi sangat krusial mengingat orbit Tiangong-1 menjadi sentral informasi bagi China. Namun pihaknya mengatakan bahwa insiden ini tidak lah terlalu membahayakan, karena kami memliki keamanan dan prosuderal tingkat tinggi guna menyikapi setiap kemungkinan terburuk.

Penulis: Bagas Raga

Tinggalkan Komentar

%d bloggers like this: