Australia mengakhiri penyelidikan antidumping baja Indonesia

kabar-energi.com – Seorang pejabat senior di Departemen Perdagangan mengatakan bahwa Komisi Anti-Dumping Australia telah menghentikan penyelidikannya dari produk baja yang diekspor dari beberapa negara, termasuk Indonesia.

“Hasil investigasi Komisi Anti Dumping menunjukkan bahwa kerugian yang terjadi di industri baja Australia tidak disebabkan oleh dugaan dumping produk baja Indonesia,” kata direktur jenderal perdagangan internasional Oke Nurwan dalam sebuah pernyataan di media di Rabu (4/4).

Keputusan itu juga mencakup batang baja dalam gulungan yang diekspor dari Korea Selatan dan Vietnam.

Oke mengatakan keputusan untuk mengakhiri investigasi yang dihasilkan dari kerjasama pemerintah dengan tiga perusahaan PT Ispat Indo, PT Gunung Raja Paksi (PT GRP) dan PT Master Steel (PT MS) yang mampu meyakinkan otoritas antidumping Australia bahwa tidak ada dumping telah terjadi.

Dia mengatakan ketiga perusahaan mampu memberikan informasi dan data yang valid yang diperlukan dengan otoritas antidumping.

“Kami menghargai importir Indonesia yang mengambil inisiatif untuk bekerja sama dengan otoritas antidumping Australia dan dalam kerja sama mereka dengan pemerintah untuk mengamankan akses ekspor ke Australia,” kata Oke, penyelidikan antidumping dimulai pada 7 Juni 2017.

Di tengah investigasi yang sedang berlangsung Australia terhadap produk baja, total ekspor batang baja Indonesia dalam gulungan telah meningkat menjadi US $ 1,4 juta pada bulan Januari, peningkatan  dari tahun ke tahun sebesar 139 persen.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa ekspor batang baja dalam gulungan ke Australia pada tahun-tahun sebelumnya mencapai $ 15 juta pada tahun 2017, $ 13 juta pada tahun 2016 dan $ 26 juta pada tahun 2013. [JP/na]

Tinggalkan Komentar

%d bloggers like this: