Chevron Ajukan Proposal Perpanjang Kontrak Blok Rokan

kabar-energi.com – Chevron telah mengajukan proposal untuk memperpanjang kontraknya untuk mengoperasikan blok minyak Rokan di Indonesia setelah 2021, Wakil Menteri Energi Arcandra Tahar mengatakan pada hari Jumat (6/4).

Proposal Chevron sekarang sedang dievaluasi oleh regulator minyak dan gas hulu SKKMigas, kata Arcandra.

Blok Rokan adalah sumber minyak mentah tunggal terbesar di Indonesia.

“Chevron telah berdiskusi dengan pemerintah Indonesia tentang perpanjangan PSC Rokan,” kata Yanto Sianipar, wakil presiden senior urusan pemerintahan di Chevron Indonesia, mengacu pada kontrak bagi hasil perusahaan (PSC).

Chevron terus bekerja sama dengan pemerintah Indonesia dalam upaya untuk membantu mengoptimalkan pemulihan dan produksi dari aset.

Chevron baru-baru ini menerima persetujuan pemerintah untuk rencana pengeboran sumur tambahan di enam ladang (Sidingin, Hitam, Petapahan, Pematang, Ampuh dan Sikladi) di dalam Rokan PSC tahun ini.

Chevron mengatakan pada tahun 2016 tidak akan memperpanjang kontrak untuk blok Kalimantan Timur selama 50 tahun, menyusul serangkaian pemotongan aset oleh perusahaan minyak dan gas di Indonesia.

“Kami telah memutuskan kami akan memungkinkan orang lain untuk berinvestasi di Kalimantan Timur dan kami akan memfokuskan upaya kami di mana kami percaya kami membuat perbedaan di tempat seperti blok Rokan dan juga di IDD,” Managing Director Unit Bisnis Chevron IndoAsia Chuck Taylor mengatakan.

Arcandra Tahar mengatakan pemerintah saat ini sedang mengevaluasi 23 kontrak minyak dan gas yang akan berakhir hingga 2026, dan akan memprioritaskan keputusan pada mereka yang akan segera berakhir.

Kontrak untuk blok yang dioperasikan oleh unit Conoco Phillips akan berakhir pada 2023.

Indonesia baru-baru ini mengadopsi mekanisme pemisahan bruto untuk kontrak-kontrak bagi hasil minyak dan gas yang baru dan habis masa berlakunya, di mana para kontraktor menanggung biaya eksplorasi dan produksi, bukannya diganti oleh pemerintah.

Belum jelas apakah mekanisme baru akan diterapkan untuk Rokan, tetapi berdasarkan peraturan menteri pemerintah dapat memberlakukan mekanisme pemecahan bruto pada kontrak yang diperpanjang.

Proyek Deepwater Development (IDD) Chevron Indonesia memulai produksi dari lapangan Bangka pada akhir 2016. [JP/na]

Tinggalkan Komentar

%d bloggers like this: