Siswa SMA ciptakan program perekam sakit kepala untuk pasien tumor otak

Tujuh belas tahun, anak kelas sebelas Gardyan Akbar menciptakan sebuah aplikasi untuk membantu dokter mengobati sakit kepala berulang pasien tumor otak. (Foto: Gardyan Priangga Akbar)

kabar-energi.com – Dua tahun lalu, Gardyan Priangga Akbar, sekarang anak kelas sebelas, tujuh belas tahun di sekolah menengah Bina Nusantara di Jakarta Selatan, harus menjalani dua operasi untuk tumor otak. Setelah operasi, dia masih menderita sakit kepala parah yang membuatnya merasa seolah-olah kepala dan matanya ditikam berulang kali. Rasa sakitnya begitu kuat, dan sakit kepala datang begitu sering, sehingga dia harus libur setahun.

Dokter Gardyan menyuruhnya mencatat setelah setiap sakit kepala muncul, seperti apa sakitnya, berapa lama sakit kepala berlangsung, berapa banyak obat penghilang rasa sakit yang diminumnya. Tetapi sakit kepala datang setiap tiga menit, jadi mencatat secara manual dengan cepat menjadi hampir tidak mungkin.

Untungnya, Gardyan akrab dengan pemrograman komputer, alih-alih membuang-buang waktu meninju data ke dalam Microsoft Excel, ia menciptakan program komputer baru yang disebut “Guardian” yang memungkinkan orang-orang seperti dia untuk merekam sakit kepala berulang dan membantu dokter mendiagnosis penyakit mereka.

Program ini telah meluncurkan soft launching di Jakarta Neurology Update Workshop & Symposium (Jaknews) di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat pada 16 Maret. Sekitar 500 ahli saraf dari seluruh Indonesia menghadiri acara tersebut.

Gardyan, yang sejak kembali ke sekolah menengah di Binus Simprug, berkata, “Mencatat secara manual seperti yang diperintahkan dokter saya terlalu berulang untuk saya. Untungnya saya sedang belajar pemrograman pada saat itu, jadi saya menantang diri saya untuk membuat program ini, untuk bantu saya merekam data akurat tentang sakit kepala saya. ”

Gardyan mengambil kursus pemrograman dari Binus Center dan mengembangkan versi awal dari program Guardian menggunakan C ++ sebelum beralih ke Java. Pada awalnya, dia berkonsultasi dengan seorang guru pemrograman, tetapi segera setelah dia melakukan semuanya sendiri.

Pada dasarnya, Guardian adalah sejenis buku harian untuk orang-orang yang sering sakit kepala untuk menyimpan catatan penyakit mereka. Program ini mengajukan serangkaian pertanyaan kepada pengguna, pertanyaan yang sama yang diajukan dokter Gardyan kepadanya setiap kali mereka bertemu.

“Setelah Anda memasukkan data Anda untuk jangka waktu tertentu, program akan membuat grafik atau tren yang dapat digunakan pengguna dan dokter mereka untuk melihat apakah kondisi mereka membaik, atau semakin buruk,” kata Gardyan.

Mempercepat Diagnosa dan Perawatan

Gardyan mengatakan programnya dapat membantu dokter mendiagnosis jenis sakit kepala apa yang diderita pasien dengan lebih cepat dan datang dengan pengobatan yang tepat sebelum sakit kepala terlalu banyak.

Tiara Anindhita, seorang ahli saraf di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo di Jakarta, yang telah merawat Gardyan, mengatakan anak itu telah menjalani radioterapi dan radiosurgery sebelum dia mulai menggunakan catatan ekstensif menggunakan program tersebut, tetapi kondisinya tidak membaik.

Bahkan ketika dia meningkatkan dosis obatnya, sakit kepala Gardyan terus berdatangan dan semakin memburuk.

Pada akhirnya, catatan yang disusun oleh Guardian membantu Tiara memilih obat yang tepat dalam dosis yang tepat untuk Gardyan. Dia mengatakan sakit kepala bersifat subjektif dan hanya pasien yang tahu persis seperti apa sensasi itu ketika mereka datang. Buku harian sakit kepala seperti yang diberikan oleh Guardian membantu dokter memahami setiap pasien secara lebih akurat.

'Guardian' beraksi. (Foto milik Gardyan Priangga Akbar)
Aplikasi Guardian. (Foto: Gardyan Priangga Akbar)

Tiara adalah orang yang membujuk Gardyan untuk memodifikasi aplikasi sehingga dapat dirilis untuk umum.

Awalnya Gardyan ragu-ragu karena dia menggunakan ilustrasi yang diambil dari internet pada program tersebut. Untung Tiara, staf pengajar di Universitas Indonesia, kenal seorang teman dan mantan murid yang bekerja sebagai ilustrator medis.

“Kami bertiga bekerja di program, menambahkan banyak informasi lain yang biasanya dibutuhkan dokter,” kata Tiara.

Program ini dirancang untuk orang-orang yang menderita sakit kepala berulang dan menyakitkan.

“Ada banyak jenis sakit kepala. Yang paling umum adalah sakit kepala migrain dan ketegangan-jenis, tetapi mereka juga bisa menjadi gejala penyakit lain. Program ini akan membantu mengidentifikasi mereka,” kata Tiara.

Dia juga mengatakan program itu dapat membantu pasien mempercepat penyembuhan mereka dengan membantu mereka mengidentifikasi pemicu sakit kepala sehingga mereka dapat menghindarinya.

Dibuat oleh dan Untuk Pasien

Sejauh ini Guardian hanya tersedia untuk dokter. Menurut Tiara, 30 dokter telah mendaftar untuk mendapatkan program sejak peluncuran. Mereka akan diberikan tautan untuk mengunduh Guardian ke komputer mereka.

Saat ini hanya ada versi desktop, tetapi dia mengatakan bahwa rencana sudah dibuat untuk membuat versi seluler.

Tiara mengatakan hanya ada tiga program lain yang serupa dengan Guardian yang dapat ditemukan secara online. Semuanya dirancang khusus untuk migrain.

“Tidak ada program lain seperti ini yang dibuat di Indonesia, dan dibuat oleh pasien sendiri. Aplikasi lain dibuat oleh programmer, bukan pasien. Guardian dibuat oleh pasien yang tahu persis apa yang terjadi pada tubuhnya dan informasi apa yang dibutuhkan dokternya, “kata Tiara. [JB/na]

 

Tinggalkan Komentar

%d bloggers like this: