Indonesia percepat penggunaan bahan bakar biodiesel B30

kabar-energi.com – Pemerintah berencana untuk mempercepat penggunaan bahan bakar dengan kandungan biodiesel 30 persen (biofuel B30) di sektor transportasi pada tahun depan dari rencana awal 2020.

Direktur Energi dan Sumber Daya Energi dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Rida Mulyana, mengatakan bahwa pemerintah telah mempelajari penggunaan B30, yang dihasilkan dari minyak sawit sebagai bahan bakunya, sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kemandirian energi.

“Kami akan mempercepat penggunaan B30 dari 2020 hingga 2019,” kata Rida di Jakarta pada hari Senin (16/7), menambahkan bahwa langkah selanjutnya adalah melakukan uji jalan untuk B30, yang diharapkan akan dimulai pada bulan Agustus.

Dia mengatakan bahwa pihaknya telah mengadakan sejumlah pertemuan untuk membahas masalah, termasuk yang dihadiri oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. “Dalam pertemuan terakhir, Menteri Airlangga mengatakan penggunaan B30 dapat dimulai tahun depan, tetapi setelah melewati tes jalan,” kata Rida.

Dia menyatakan harapan bahwa B30 akan kompatibel dengan semua kendaraan dengan mesin diesel dan tidak akan mendapatkan keluhan dari pemilik kendaraan atau penyedia mesin.

Dia menambahkan bahwa pemerintah melibatkan para ahli dari Asosiasi Produsen Otomotif Indonesia (Gaikindo), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk melaksanakan studi tentang penggunaan B30 dalam transportasi.

“Pak Jonan mengatakan adalah mungkin untuk menggunakan B20 B30, B50 dan B100. Yang paling penting adalah bahwa tidak ada keluhan dari penyedia teknologi kendaraan, ”tambahnya. ([JP/na]

Tinggalkan Komentar

%d bloggers like this: