OJK: Peraturan Fintech segera hadir

kabar-energi.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan mengeluarkan seperangkat aturan baru tentang teknologi keuangan (fintech), karena semakin banyak startup muncul di dunia industri.

Kepala pengembangan inovasi keuangan digital dan keuangan mikro OJK, Triyono, mengatakan peraturan itu saat ini sedang menunggu persetujuan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

“Kami akan mulai menyebarkan informasi selama peresmian pusat fintech pada 16 Agustus. Semoga, peraturan dapat segera diterbitkan,” kata Triyono saat diskusi pada hari Minggu (15/7).

Peraturan baru hanya akan berhubungan dengan jenis-jenis fintech yang berada di bawah pengawasan OJK, yang meliputi pinjaman peer-to-peer (P2P), teknologi asuransi dan crowdfunding ekuitas. Fintech seperti instrumen pembayaran berada di bawah pengawasan Bank Indonesia.

“Fintech tumbuh sangat cepat, tidak mungkin membuat satu peraturan untuk setiap jenis fintech. Oleh karena itu, untuk mengatur fintech, kami telah menyusun peraturan sebagai sarana perlindungan konsumen, ”kata Triyono.

Dia menambahkan bahwa isu-isu penting dalam peraturan termasuk kewajiban untuk perusahaan fintech untuk mendaftar dengan OJK serta kewajiban untuk melindungi konsumen dan secara berkala memberikan wawasan ke dalam laporan keuangan mereka.

Menurut data dari Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech), saat ini ada 235 perusahaan fintech yang tergabung dalam asosiasi, meningkat dari 165 perusahaan pada tahun 2016.

Enam puluh empat perusahaan peminjam P2P telah terdaftar di OJK. Hingga Juni 2018, 64 perusahaan tersebut telah mendistribusikan dana sebesar Rp 7 triliun (US $ 486 juta) dari tahun ke tahun. [JP/na]

Tinggalkan Komentar

%d bloggers like this: