Program Adaro membantu Indonesia bertahan di era disruption

kabar-energi.com – Penambang batubara yang terdaftar di Indonesia, Adaro Energy Tbk, telah mengumumkan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dengan total senilai Rp1,1 triliun (US $ 1 = Rp14,390) dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat untuk membantu orang Indonesia bertahan dari era saat ini.

Program CSR diluncurkan oleh Presiden Direktur Adaro Energy, Garibaldi Thohir, bersama dengan perwakilan dari empat yayasan yang dijalankan oleh pendiri perusahaan, pada upacara peringatan ulang tahun ke-10 dari penawaran umum perdana batubara pada hari Senin (16/7).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyaksikan peluncuran program CSR “Adaro’s Torch of Knowledge” pada upacara yang dihadiri oleh anggota komunitas bisnis, jurnalis, dan ahli manajemen ternama Universitas Indonesia Renald Kasali.

“Kami tetap berkomitmen untuk memberdayakan anggota masyarakat melalui pendidikan, karena kami percaya bahwa pendidikan adalah faktor penentu untuk memungkinkan Indonesia menjadi negara maju,” kata Thohir.

Pendidikan memainkan peran yang sangat strategis dalam membangun bangsa yang kuat dan berkembang dengan baik, karena keberhasilan besar dalam membangun fondasi dasar pendidikan yang baik, termasuk pendidikan karakter, akan memungkinkan negara memiliki sumber daya manusia yang sangat baik.

“Memiliki sumber daya manusia yang baik adalah aset berharga untuk membangun bangsa kita. Kita melakukannya untuk Indonesia yang lebih cerah,” katanya, menambahkan bahwa kehadiran orang Indonesia yang berpendidikan dan terampil adalah penting untuk membuat mereka bertahan hidup di era saat ini.

Sementara itu, dalam sambutannya, Sri Mulyani memuji Adaro Energy, mengatakan bahwa penambang batu bara tidak hanya mampu bertahan dari dampak era saat ini tetapi juga merupakan pembayar pajak yang baik.

Dalam merawat bangsa, perusahaan telah membuktikan komitmennya karena tidak hanya mengambil dari tanah ibu pertiwi tetapi juga mengembalikan sebagian dari apa yang telah diperolehnya ke tanah air.

Adaro memulai perjalanannya dari blok batubara di Provinsi Kalimantan Selatan hingga menjadi perusahaan energi besar. Saat ini ada delapan pilar, yaitu penambangan, air, jasa, modal, tanah, tenaga listrik, logistik, dan yayasan.

Sehubungan dengan program CSR, situs web resmi perusahaan ini mengungkapkan bahwa mereka akan memberikan beasiswa dan perpustakaan keliling. [ant/na]

Tinggalkan Komentar

%d bloggers like this: