Gunakan sampah plastik, Indonesia raih juara mobil pintar di London

kabar-energi.com – Tim Smart Car MCS Universitas Gadjah Mada (UGM) meraih kemenangan di Shell Ideas 360 Awards di London awal bulan ini, mengalahkan empat finalis lainnya dalam kompetisi global bagi para mahasiswa untuk mengembangkan ide untuk mengatasi masalah energi, makanan, dan air.

Tim yang terdiri dari empat mahasiswa dari teknik kimia, memenangkan pemilihan juri kompetisi dan penghargaan pilihan audiens untuk gagasan mereka mengembangkan mobil pintar yang mampu mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar yang memancarkan tingkat karbon dioksida yang rendah.

“Alhamdulillah, kami mampu memenangkan kedua kategori,” manajer tim, Herman Amrullah, mengatakan kepada media pada hari Senin (23/7).

Anggota lain dari tim adalah Sholahuddin Alayyubi, Thya Laurencia Benedita Araujo, dan Naufal Muflih.

Thya mengatakan untuk mencapai puncak, tim harus bersaing secara bertahap dengan lebih dari 1.000 tim dari 140 negara yang berpartisipasi. Lima finalis, termasuk tim MCS Mobil Pintar UGM, dipilih untuk menyampaikan ide mereka kepada para juri.

Menggunakan sampah plastik, siswa Indonesia memenangkan kompetisi mobil pintar di London
Siswa cerdas, Mahasiswa Universitas Gadjah Mada Herman Amrullah (kanan) berbicara tentang kemenangan timnya pada kompetisi mobil pintar di London sementara anggota tim Sholahuddin Alayyubi (tengah) dan Thya Laurencia Benedita tengah serius dalam konferensi pers di kampus UGM pada hari Senin (23/7). (Foto: Sri Wahyuni)

Empat finalis lainnya berasal dari American University of Sharjah, University of Texas di Austin (Amerika Serikat) University of Bordeaux (Prancis) dan University of Melbourne (Australia).

Ide kemenangan UGM melibatkan penggunaan panas dari asap knalpot mobil untuk memecah sampah plastik dan mengubahnya menjadi bahan bakar cair, sehingga membantu mengubah produk limbah menjadi energi bersih.

Dengan ide dan supervisi dosen pembimbing mereka Hanifrahmawan Sudibyo dan Yano Surya Pradana, tim merekayasa sebuah mobil yang mampu mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar cair mentah yang selanjutnya dapat diolah menjadi bahan bakar yang siap digunakan sebagai energi alternatif.

“Ide ini juga melibatkan penggunaan teknologi dukungan budidaya mikroalga [MCS] untuk mengurangi emisi CO2 dari masing-masing mobil,” kata Herman.

Sekretaris Jurusan teknik kimia UGM, Aswati Mindaryani, mengatakan lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk ide yang akan diterapkan di lapangan.

“Tapi ide itu benar-benar membuat kita bangga,” katanya. [jp/na]

Tinggalkan Komentar

%d bloggers like this: