Sejak 1 September Indonesia siap menggunakan B20

FILE PHOTO - A fuel nozzle from a bio diesel fuel pump is seen in this photo illustration taken at a filling station in San Diego, California January 8, 2015. REUTERS/Mike Blake

kabar-energi.com – Indonesia segera menggunakan bahan bakar campuran biodiesel untuk semua kendaraan dan alat berat berlaku sejak 1 September, Direktur Jenderal Energi Terbarukan Rida Mulyana mengatakan pada hari Rabu (1/8).

Presiden Joko Widodo dalam rapat kabinet sehari sebelumnya mengatakan ia menginginkan implementasi segera program ekspansi biodiesel Indonesia untuk membantu menghemat miliaran dolar dalam impor solar.

Pemerintah sedang merevisi rancangan peraturan pemerintah tentang biodiesel, dan alokasi kuota untuk produsen biodiesel dan pengecer bahan bakar, kata Mulyana.

Penggunaan biodiesel saat ini hanya wajib untuk pengguna diesel bersubsidi, yang sebagian pengguna tidak dapat membeli.

“Semua kementerian sudah siap. Semua pengecer bahan bakar dan produsen biodiesel siap untuk infrastruktur mereka, untuk mengidentifikasi apa masalah dan kemudian melaksanakan mitigasi,” kata Mulyana, mengacu pada 19 produsen biodiesel dan 14 pengecer bahan bakar di Indonesia.

“Misalnya tangki pembersih bagi mereka dengan filter mesin, dll. Kami sudah menyiapkan panduan,” tambahnya.

Mulyana memperkirakan bahwa dengan aturan baru, konsumsi biodiesel tahun depan akan meningkat menjadi 6 juta-6,2 juta kiloliter (KL) dari sekitar 4 juta KL tahun ini.

Di Indonesia, bagian biodiesel dibuat dengan asam lemak metil ester (FAME) dari minyak sawit, tetapi upaya untuk meningkatkan konsentrasi FAME dalam biodiesel telah menghadapi resistensi dari regulator serta industri otomotif dan minyak.

Sementara biodiesel dapat memotong biaya bahan bakar dan mengurangi emisi, campuran FAME yang lebih tinggi memerlukan penanganan dan peralatan khusus karena bahan bakar memiliki efek pelarut yang dapat merusak mesin segel dan bahan paking, dan dapat memadat pada suhu dingin.

Menurut Togar Sitanggang, seorang pejabat senior di Asosiasi Minyak Sawit Indonesia, biodiesel B20 telah diuji secara ekstensif oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dan tes tersebut hanya menemukan perbedaan kecil pada bahan bakar diesel.

Seharusnya tidak ada masalah untuk pasar yang lebih luas di bawah aturan baru, katanya kepada media. “Kami memiliki cukup produksi. Kami memiliki kapasitas kilang yang cukup. Kami memiliki kapasitas biodiesel yang cukup”.

Dengan perluasan aturan B20, Indonesia dapat meningkatkan pemanfaatan kapasitas produksi biodieselnya hingga sekitar 35-50 persen, dari sekitar 25 persen saat ini, kata Sitanggang.

Defisit transaksi berjalan Indonesia diperkirakan akan melebar menjadi $ 25 miliar tahun ini dari sekitar $ 17 miliar tahun lalu, di tengah peningkatan impor yang diharapkan. [reu/na]

1 Comment
  1. […] Sejak 1 September Indonesia siap menggunakan B20 […]

Tinggalkan Komentar

%d bloggers like this: