Solar PV secara bertahap akan dipakai di pulau terluar Karimunjawa

kabar-energi.com – Energi matahari secara bertahap menggantikan bahan bakar fosil di Jawa Tengah daerah Karimunjawa, yang dihuni sekitar 8.000 orang, yang akan dioperasikan pembangkit listrik tenaga surya fotovoltaik (Solar PV) mulai Agustus ini.

Kepala distrik Karimunjawa Saptwagus Karnanejeng Ramadi mengatakan pada hari Selasa (7/8) bahwa mulai 1 Agustus, tiga pulau yakni Parang, Genting dan Nyamuk telah sepenuhnya dialiri listrik dengan pembangkit listrik tenaga surya PV.

“Setelah kami melakukan tes selama sebulan di bulan Juli, sekarang tiga pulau dapat dialiri listrik selama 24 jam dengan kapasitas 1.500 watt/jam,” katanya menambahkan bahwa sebelumnya, wilayah itu memiliki enam jam listrik per hari.

Kepulauan Karimunjawa, tiga jam dengan kapal dari Kabupaten Jepara diperlukan setidaknya 35.000 liter bahan bakar solar non-subsidi per bulan Rp 11.550 (80 sen AS) per liter untuk bahan bakar pembangkit listrik, termasuk tiga pulau sekitarnya.

Dua tahun lalu, perusahaan listrik milik negara PLN mengambil alih pembangkit listrik berbasis diesel, setelah itu warga harus membayar tarif listrik yang sama dengan orang-orang di Jawa karena kebijakan satu harga pemerintah.

Namun, untuk tiga pulau, Karimunjawa masih harus mengalokasikan sekitar 6.000 liter solar per bulan.

“Tapi konsumsi solar mungkin turun karena tiga pembangkit listrik tenaga surya PV. Bahan bakar solar hanya akan digunakan sebagai cadangan, ”kata Sekretaris Daerah Karimunjawa, Nor Soleh.

Ketiga pembangkit listrik tenaga surya PV adalah bagian dari fase 3 (ESP3) dari program dukungan dari Denmark senilai Rp 26 miliar, yang tujuannya adalah untuk mempromosikan energi terbarukan di Indonesia. [jp/na]

Tinggalkan Komentar

%d bloggers like this: