MHPS segera selesaikan Unit GTCC Indonesia yang baru

kabar-energi.com – Unit gabungan turbin gas terbaru Mitsubishi Power System telah selesai dan beroperasi di pembangkit listrik di Indonesia.

Mitsubishi Hitachi Power Systems, Ltd (MHPS) selesai bekerja di Unit 2 di pabrik Tanjung Priok bulan lalu sebagai bagian dari Proyek Jawa-2 dan upacara untuk menandai peluncuran operasi diadakan awal bulan ini.

Di proyek Jawa 2, PT. PLN (Persero), penyedia listrik milik negara Indonesia, membangun pabrik 880 MW yang terdiri dari dua sistem pembangkit listrik turbin gabungan (GTCC). Unit 1 awalnya beroperasi sebagai sistem turbin gas sederhana pada bulan Juni dengan output mendekati 300 MW, dan sekarang Unit 2 telah bergabung untuk menghasilkan watt yang setara. Kedua unit selesai lebih cepat dari jadwal.

“Kami sangat menghargai kontribusi yang telah dilakukan kontraktor untuk meresmikan operasi komersial pabrik baru ini lebih cepat dari jadwal, dan sebelum Asian Games ke-18” Direktur WS Haryanto PLN, mengatakan dalam sebuah pernyataan. “Proyek Jawa-2 penting untuk kompetisi dan jaringan listrik Jawa.”

Jawa-2 adalah proyek untuk membangun fasilitas pembangkit listrik GTCC di Tanjung Priok, sebuah kota pelabuhan sekitar 10 km timur laut dari Jakarta Pusat. Bagian untuk pembangkit listrik diterima oleh MHPS dalam kemitraan dengan Mitsubishi Corporation dan PT. Wasa Mitra Engineering, sebuah perusahaan konstruksi dan teknik lokal. MHPS bertanggung jawab untuk menyediakan dua turbin gas M701F serta dua boiler pemulihan panas knalpot, satu turbin uap, dan peralatan bantu. Mitsubishi Electric Corporation memasok generator. Peluncuran operasi sebagai sistem GTCC, menghasilkan tenaga oleh turbin gas dan oleh turbin uap memanfaatkan panas knalpot yang dipulihkan, dijadwalkan untuk berjalan tahun 2019.

Total kapasitas pembangkit peralatan yang disediakan oleh MHPS untuk produsen listrik Indonesia mencapai 12 GW dengan penyelesaian unit 2 Tanjung Priok. Secara global, MHPS telah mengamankan 7,8 GW dalam pesanan turbin tahun ini, mendekati 25 persen dari pasar sejauh ini. [pe/na]

Tinggalkan Komentar

%d bloggers like this: