Incar IPO Go-Jek, BEI Siapkan Platform Teknologi

kabar-energi.com – Bursa Efek Indonesia, atau BEI, berencana untuk meluncurkan bagian teknologi khusus pada tahun 2019 untuk menjadi tuan rumah penawaran umum perdana oleh perusahaan rintisan, seperti Go-Jek.

BEI mengatakan pada hari Kamis (6/9) bahwa pihaknya bekerja dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengubah aturan IPO, yang saat ini mengharuskan perusahaan untuk mendapatkan keuntungan dalam dua tahun pencatatan.

“Dengan dewan teknologi baru dan perubahan peraturan, startup, termasuk Go-Jek, akan dapat mendaftar di IDX karena mereka akan memiliki hingga enam tahun setelah listing untuk menjadi menguntungkan,” kata Direktur IDX Nyoman Yetna Setia kepada wartawan.

Ketua Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf mengatakan dia berharap langkah itu akan memungkinkan startup untuk mengakses dana dari investor lokal melalui penjualan saham.

Go-Jek, startup miliaran dolar pertama di Indonesia, mengatakan pada bulan Mei, sedang mempertimbangkan IPO di Indonesia, tetapi rincian waktu dan ukuran float belum diputuskan.

Perusahaan itu telah berevolusi dari layanan aplikasi one-stop yang memungkinkan klien terbesar di Asia Tenggara untuk melakukan pembayaran online dan memesan semuanya, mulai dari makanan hingga pijat.

Para bankir telah mencatat potensi IPO Go-Jek sebagai yang utama di pasar seluler Asia, yang telah menarik perhatian investor global.

Pihak berwenang berharap menjadikan negara Indonesia tempat inovasi regional dan telah meluncurkan rencana untuk menciptakan 1.000 startup teknologi dengan nilai $ 10 miliar pada 2020. [jg/na]

Tinggalkan Komentar

%d bloggers like this: