Teknologi dan Infrastruktur Kelistrikan Picu Roda Perekonomian

A technician repairs power supply lines at a power plant in Gujarat April 2, 2014. REUTERS/Amit Dave/Files

Menurut pakar ketenagalistrikan, Prof. Iwa Garniwa, dalam menilai suatu perkembangan ketenagalistrikan di Indonesia, bergantung pada beberapa aspek yang dinilai. Pertama aspek pembangunan pembangkit dalam menuju arah yang positif. Berdasarkan data pembangkitan PT PLN (Persero), sudah tidak ada lagi sistem yang defisit. Hanya sembilan sistem yang cadangannya kurang dari 30 persen, sedangkan sisanya lebih dari 30 persen.

Lanjutnya, aspek yang kedua pertumbuhan konsumen. Menurutnya, pertumbuhan konsumen sekarang ini tidak sejalan dengan perkembangan pembangkit, jika hal ini dibiarkan semakin lama, tentunnya akan sangat merugikan pemerintah.

“Ternyata pertumbuhan konsumen tidak seperti yang diharapkan, penyerapan tidak sebesar perkembangan pembangkit. Sehingga reserve margin akan bertambah terus. Jika tidak segera diantisipasi, akan terjadi over capacity, PLN harus mengambil langkah cerdas dalam menyikapi kondisi ini,” jelasnya.

Aspek yang ketiga ialah peningkatan rasio elektrifikasi, harus ada terobosan khusus untuk melistriki desa dalam rangka meningkatkan rasio elektrifikasi. Semisal dari sisi teknologi yang sederhana dan mudah diserap oleh masyarakat, hingga konsep melistrikinya, dan penting adanya koordinasi dengan departemen atau kementerian terkait.

Jadi keberadaan infrastruktur disinyalir menjadi pemicu utama pertumbuhan roda perekonomian, sementara hadirnya teknologi diyakini dapat menurunkan cost dan lebih efisien.

 

Sumber: http://www.listrikindonesia.com/teknologi_dan_infrastruktur_kelistrikan_picu_roda_perekonomian_3221.htm

Tinggalkan Komentar

%d bloggers like this: