Pemerintah Hendak Maksimalkan Serapan MFO Pertamina

kabar-energi.com – Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan ada beberapa perusahaan yang selama ini masih menerbitkan Bahan Bakar Minyak Laut (MFO) untuk bahan bakar kapalnya. Padahal, MFO ini bisa disetujui secara mandiri oleh Pertamina.

Untuk dapat mengembalikan angka pentingnya dan memaksimalkan produksi Pertamina, Arcandra mengundang beberapa perusahaan yang selama ini masih meminta bahan bakar kapalnya. “Spesifikasinya sama. Kami harus melihat bagaimana cara agar MFO bisa berkurang, maka produksi Pertamina sesuai kebutuhan dengan negara, ”ujar Arcandra, Jumat (8/2).

Arcandra mengatakan per tahun 2018, produksi minyak bakar 180 Pertamina mencapai 1,9 juta kiloliter (KL). Sementara impor minyak bakar 400 ribu KL. Jika semua membeli dari Pertamina maka impor akan berkurang sekitar 200 juta dolar AS per tahun.

“Ini bisa dibilang penting akhirnya. Mereka setuju mau membeli dari Pertamina. Oke mereka,” kata Arcandra.

Pada 28 Desember 2018, Arcandra pun menggelar rapat tentang Pasokan-Permintaan Minyak Bakar 2019, bersama PT Pertamina (Persero), PT Vale Indonesia, PT Cosmic Indonesia, PT Cosmic Petroleum Nusantara, dan PT AKR Corporindo Tbk.

Dengan AKR, Pertamina sudah mencapai kesepakatan. Sementara dengan yang lainnya belum. “Pertamina akan menawarkan harga yang dapat bersaing dengan pemasok Singapura,” kata Arcanda.

Manajer Komunikasi Eksternal Pertamina Arya Dwi Paramita mengatakan terkait MFO sendiri, Pertamina memang selama ini memproduksi yang cukup untuk memenuhi kebtuhan badan usaha. Meski begitu, Arya belum bisa merinci seberapa volumenya.

“Kami siap memenuhi kebutuhan badan usaha untuk memasok MFO ini. Jadi tidak perlu penting lagi,” ujar Arya, Jumat (8/2).

MFO merupakan produk hasil destilasi kecuali hasil dari jenis residu yang berwarna hitam. Minyak jenis ini memiliki tingkat kekentalan yang lebih tinggi dibandingkan dengan Solar. MFO 180 umum digunakan di industri dan sektor perkapalan yang memiliki ruang bakar / boiler pada mesin industrinya.

[REPUBLIKA]

Tinggalkan Komentar

%d bloggers like this: