Pendapatan Sektor Migas Indonesia Turun, Akibat Dampat Turunya Harga Minyak

kabar-energi.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengatakan bahwa belum bisa memenuhi target pendapatan non pajak di sektor minyak dan gas, yang ditetapkan pada Rp 168,62 triliun (US $ 11,8 miliar), tahun ini karena rendahnya harga minyak global dalam dua bulan terakhir.

Harga sekarang berada di bawah US $ 70 per barel minyak (minyak mentah Brent).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan mengatakan target pendapatan ditetapkan dengan asumsi bahwa Harga Minyak Mentah Indonesia akan menjadi US $ 70 per barel. Data pemerintah dalam dua bulan terakhir menunjukkan bahwa harganya sekitar $ 68 per barel.

“Kami belum mencapai target dalam dua bulan terakhir. Ini adalah tantangan bagi kami dalam 10 bulan terakhir,” katanya di DPR.

Jonan mengatakan Kabinet belum mengadakan pertemuan untuk membahas revisi anggaran negara.

“Kita akan melihat dalam beberapa bulan mendatang, mungkin pada bulan Mei atau Juni Menteri Keuangan Sri Mulyani akan mengusulkan revisi asumsi ekonomi makro,” katanya.

Pada hari Senin (25/3), harga minyak mentah global Brent mencapai $ 66 per barel, karena kekhawatiran perlambatan ekonomi global, yang telah memiliki dampak yang lebih kuat pada harga daripada rencana untuk memotong produksi minyak oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak. [MNR/JP]

1 Comment
  1. […] Baca Juga: Pendapatan Sektor Migas Indonesia Turun, Akibat Dampat Turunya Harga Minyak […]

Tinggalkan Komentar

%d bloggers like this: