Indonesia Batasi Penggunaan Merkuri di Tambang Rakyat

kabar-energi.com – Penggunaan merkuri pada pertambangan rakyat mulai dibatasi. Tahun ini, pembatasan merkuri pada komunitas pertambangan rakyat dilakukan di enam provinsi, masing-masing Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Gorontalo, Sulawesi Utara, Maluku Utara dan Riau.

Pembatasan merkuri ini melalui proyek selama 5 (lima) tahun. Perkiraan merkuri yang akan dibatasi lima metrik ton per tahun.

Cara membatasi penggunaan merkuri ini melalui pengadaan teknologi pemrosesan bebas merkuri, bimbingan teknologi dan alih teknologi untuk mendukung formalisasi tambang rakyat.

Program pembatasan merkuri diluncurkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bekerjasama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) dan Global Environment Facility (GEF).

Proyek ini untuk mendukung upaya Indonesia dalam mengurangi penggunaan merkuri pada Pertambangan Emas Skala Kecil (PESK) dan meningkatkan kondisi hidup para PESK. Proyek Global Opportunities for Long-Term Development of Artisanal Small-Scale Gold Mining sector – Integrated Sound Management of Mercury in Indonesia’s Artisanal and Small-scale Gold Mining (GOLD-ISMIA) yang diluncurkan merupakan proyek yang dirancang untuk mendukung program pemerintah Indonesia untuk menghapuskan penggunaan merkuri.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun dan Berbahaya (PSLB3), Sayid Muhadhar mengatakan, pemerintah Indonesia telah meratifikasi Konvensi Minamata melalui Undang-Undang No. 11 Tahun 2017. Konvensi ini mendorong Indonesia untuk melakukan pengurangan maupun pemusnahan (phase-out) merkuri dan turunannya yang digunakan, emisi, dan lepasannya ke lingkungan pada pertambangan emas skala kecil.

Menurut Direktur Pusat Teknologi Sumberdaya Mineral BPPT Dadan Nurjaman, setiap tipe emas perlu penerapan teknologi yang berbeda. Namun yang terbaik adalah dengan teknik gravitasi karena tidak menggunakan bahan kimia.

Ada ada dua tipe emas, yaitu primer dan sekunder. Tipe emas sekunder (ukuran kasar) bisa dengan teknik gravitasi. Emas primer (emas di bebatuan) dapat menggunakan teknologi bleaching yang murah dengan beberapa bahan kimia yang lebih aman antara lain sianida. Teknologi ini dapat didestruksi secara cepat dan tailing-nya bisa dikelola sehingga tidak berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan.

Pertambangan Emas Skala Kecil (PESK) di Indonesia tersebar di 58 Kabupaten/Kota di 23 Provinsi. Diperkirakan terdapat lebih dari 2.500 lokasi PESK yang beroperasi secara aktif.

Untuk penghapusan merkuri, pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai kegiatan meliputi penguatan peraturan, kebijakan dan kelembagaan nasional, pembangunan fasilitas pengolahan emas non-merkuri serta alih mata pencaharian bagi para penambang.

Terkait upaya alih mata pencaharian di wilayah pertambangan emas berskala kecil, pemerintah tengah membangun model-model transformasi sosial dan ekonomi (transosek) di wilayah PESK yang dilakukan secara partisipatif.

Resident Representative UNDP Indonesia, Christophe Bahuet mengatakan, kebanyakan dari kita tidak menyadari risiko penambangan emas. Proyek ini akan mendukung ribuan komunitas penambang rakyat di Indonesia untuk mendapat kondisi hidup yang lebih layak, sementara pada saat yang sama mengakhiri dampak kesehatan dan lingkungan yang disebabkan merkuri.

Merkuri, yang juga dikenal sebagai air raksa/quicksilver, adalah logam putih keperakan yang sangat beracun yang cair pada suhu ruangan dan mudah menguap.

Begitu dilepaskan, merkuri dapat menjangkau jarak yang jauh dan bertahan di lingkungan serta bersirkulasi dengan udara, air, tanah dan organisme hidup. Paparan merkuri yang tinggi merupakan risiko serius bagi kesehatan manusia dan lingkungan.

Menurut Organisasi PBB di bidang lingkungan Hidup, UN Environment, setiap tahun sebanyak 9.000 ton merkuri lepas ke atmosfer, air maupun tanah. Dalam kehidupan sehari-hari, merkuri banyak ditemukan dalam alat kesehatan (termometer), amalgam gigi, baterai, kosmetik, lampu fluorescent, dan lain lain. [MNR/darilaut]

1 Comment
  1. […] Indonesia Batasi Penggunaan Merkuri di Tambang Rakyat […]

Tinggalkan Komentar

%d bloggers like this: