Pemerintah Percepat Pembangunan Kota Baru di Tanjung Selor Kaltara

kabar-energi.com -Dibawah Pemerintahan Jokowi-JK pada hari Rabu (27/3) di Sawala Gedung Ali Wardhana Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian telah ditandatangani perjanjian untuk mengembangkan Tanjung Selor di Kalimantan Utara sebagai Kota Baru Mandiri Tanjung Selor (KBMTS), sebagaimana diatur dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019.

Kesepakatan tersebut disaksikan langsung Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Darmin Nasution. Bertanda tangan dalam kesepakatan tersebut, Menteri Dalam Negeri, Tjahyo Kumolo, Gubernur Kaltara, H Irianto Lambrie, serta perwakilan dari 12 Kementerian yang masuk dalam Inpres Percepatan Pembangunan KBMTS, antaralain Sekjen Kemendagri, Sekjen Kemenpupera, Sekjen Kemenkeu, perwakilan Setkab, Sekjen Kementerian ATR/BPN, Sekjen KLHK, Sekjen Kemendes-PDTT, Sekjen Kementan, Sekjen Kementerian ESDM, Sekretaris Kemenko Perekonomian, serta Bupati Bulungan.

Sepuluh kota yang termasuk dalam rencana RPJMN adalah Padang di Sumatra Barat, Palembang di Sumatra Selatan, Pontianak di Kalimantan Barat, Banjarbaru di Kalimantan Selatan, Maja di Banten, Makassar di Sulawesi Selatan, Manado di Sulawesi Utara, Sorong di Papua Barat, Jayapura di Papua dan Tanjung Selor.

Kesepakatan tentang rencana aksi untuk Instruksi Presiden (Inpres) No 9/2018 tentang pengembangan Tanjung Selor sudah ditandatangani oleh Presiden Jokowi pada Oktober 2018 mencakup beberapa lembaga pemerintah serta pemerintah provinsi Kalimantan Utara dan pemerintah kabupaten Bulungan.

aa
Gubernur Kaltara, H Irianto Lambrie dan Menko Perekonomian, H Darmin Nasution seusai menandatangani Kesepakatan dan Komitmen Bersama dalam Rencana Aksi Pelaksanaan Inpres Nomor 9 Tahun 2018, tentang Percepatan Pembangunan Kota Baru Mandiri Tanjung Selor (KBMTS) di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara). (Foto: Infopubdok Kaltara)

“Pengembangan kota baru ini bertujuan untuk mengendalikan urbanisasi dari kota metropolitan di Jawa dan Bali. Pada 2017, indeks daya saing wilayah Kaltim-Kaltara berada pada tingkat ke-3 (1.303). Tingginya daya saing ini didukung oleh tingginya kualitas hidup dan infrastruktur,” kata Menko Perekonomian Darmin Nasution.

Secara geografis, Tanjung Selor berada di posisi strategis karena dekat dengan perbatasan Indonesia dan Malaysia. Ini juga merupakan lokasi kawasan industri dan pelabuhan terintegrasi Tanah Kuning.

“Koordinasi di antara lembaga terkait penting untuk memastikan efisiensi dan efektivitas sehingga tidak ada pengulangan pekerjaan oleh berbagai kementerian atau lembaga pemerintah,” tambah Darmin.

Sementara itu, pemerintah daerah mendapat tugas untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan rumah, diantaranya menyesuaikan rencana tata ruang daerah (RTRW) dan rencana tata ruang (RDTR) dan menangani izin terkait lainnya.

Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie menyambut baik penandatanganan perjanjian, dengan mengatakan bahwa Inpres menunjukkan keseriusan pemerintah pusat untuk melakukan pembangunan merata ke seluruh NKRI.

Pada tahun ini, Pemprov Kalimantan Utara (Kaltara) menganggarkan Rp 54 miliar untuk pembangunan fasilitas penunjang dan kegiatan lain guna mempercepat realisasi pengembangan Kota Baru Mandiri (KBM) Tanjung Selor. Anggaran sebesar itu, salah satunya akan digunakan untuk memenuhi target pembebasan lahan di kawasan tersebut seluas 173,55 hektare. Penganggaran itu dilakukan sejak 2017 dengan nilai pagu Rp 50 miliar, dan 2018 sebesar Rp 70 miliar.

“Ini adalah terobosan. Kami harus menindaklanjutinya untuk mempercepat pembangunan di seluruh negeri sehingga pembangunan tidak hanya berpusat di Jawa, tetapi juga di Indonesia, ”tambahnya. [MNR/JP]

2 Comments
  1. […] Pemerintah Percepat Pembangunan Kota Baru di Tanjung Selor Kaltara […]

  2. […] Pemerintah Percepat Pembangunan Kota Baru di Tanjung Selor Kaltara […]

Leave a Reply to Lowongan Kerja KPC Kutim - Kabar Energi Cancel reply

%d bloggers like this: