Tarif MRT Lebih Murah daripada Ojol dan Kendaraaan Pribadi

kabar-energi.com – Pemerintah secara resmi telah mengeluarkan tarif ojek online (ojol) melalui Keputusan Menteri Perhubungan (Kepmenhub) Nomor KP 348 tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor Yang Digunakan Untuk Kepentingan Masyarakat Yang Dilakukan Dengan Aplikasi.

Sementara itu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan bahwa dengan tarif Moda Raya Terpadu (MRT) masih jauh lebih murah untuk dipakai. Ia membandingkan tarif MRT dengan tarif ojek online (Ojol) yang baru-baru ini dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan.

Biaya tarif MRT diberlakukan sebesar Rp1.000 per km. Dengan ketentuan itu tarif termurah adalah Rp3.000 dan termahal sebesar Rp14 ribu.

“Kemarin keputusan berapa ojek? Rp2.000 per kilo. Jaraknya berapa? 16 kilo, kali Rp2.000 sama dengan Rp32 ribu. Murah mana? MRT,” kata Anies di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Kamis (28/3).

Anies mengatakan tarif Rp14 ribu untuk rute perjalanan Lebak Bulus -Bundaran HI berdasarkan willingness to pay (WTP) atau kemampuan bayar masyarakat.

Selain lebih murah, Anies berkata MRT jauh lebih nyaman ketimbang ojol.

MRT memberikan kepastian waktu dan kenyamanan kepada penumpang, sementara menggunakan ojol penumpang masih memperhitungkan waktu. MRT Jakarta juga dibangun dengan sistem teknologi terkini, yaitu Automatic Train Operation (ATO).

“Ojek saja harganya Rp32 ribu. Jamnya terprediksi enggak? Tidak. Kalau ini kenyamanan tinggi, jamnya pasti, harganya lebih murah dibanding ojek, itu maksud saya,” terang Anies.

MRT juga lebih unggul ketimbang kendaraan pribadi.

Masyarakat yang menggunakan kendaaran pribadi masih menghitung biaya bahan bakar dan parkir. Tidak halnya dengan penumpang MRT.

“Jadi bagi masyarakat kalau melihat harga itu jangan harga lawan 0, tapi harga dibandingkan moda transportasi lain termasuk kalau pribadi,” tegas Anis.

Anies dan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi telah sepakat tarif MRT yang dimulai dari harga Rp3.000 hingga Rp14 ribu. Tarif tersebut sudah final dan segera akan dibuat Peraturan Gubernur.

“Itu diskusikan sama anggota dewan aja. Nanti kita bikin Pergub, nanti begitu surat dari dewan sudah ada kita buat pergubnya,” kata Anis.

Sementara itu Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Perhubungan Darat telah mengeluarkan tarif batas bawah ojek online berdasarkan tiga zona yang bakal berlaku mulai 1 Mei 2019.

Tarif Batas bawah paling rendah ditetapkan sebesar Rp1.850 per kilometer, sedangkan tarif batas atas paling tinggi ditetapkan sebesar Rp2.600 per kilometer. [MNR]

Tinggalkan Komentar

%d bloggers like this: