Ojol Hadir di Kota Tarakan Kaltara, Wali Kota Izinkan PNS Jadi Driver

kabar-energi.com – Akhirnya penyedia layanan aplikasi ojek online (ojol) Gojek, kini telah beroperasi di Kota Tarakan, Provinsi Kaltara, Jumat (29/3/2019). Peresmian langsung dihadiri Wakil Gubernur (Wagub) Kaltara Udin Hianggio dan Walikota Tarakan Khairul.

“kehadiran Gojek dapat membantu masyarakat mendapatkan layanan lengkap dengan mudah dan disaat yang sama membantu pekerja sektor informal, seperti Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam memperoleh pendapatan yang lebih baik melalui teknologi,” ujar Udin.

Dalam peresmian tersebut Wagub Kaltara Udin Hinggio mencoba naik layanan Gojek. sambil menyusuri beberapa jalan di Kota Tarakan.

Sementara Walikota Tarakan Khairul berharap Gojek dapat merangkul teman-teman ojek konvensional di Kota Tarakan jangan sampai diprotes oleh teman-teman ojek konvensional yang sudah lama beroperasi.

Mengenai Aparatur sipil negara (ASN) yang ingin mencari penghasilan tambahan dengan menjadi driver ojol. Khairul Mantan Sekretaris Kota (Sekkot) Tarakan tersebut mengizinkan, asalkan ASN tersebut tidak melaksanakannya saat jam kerja.

Hasil gambar untuk gojek di tarakan
Walikota Tarakan Khairul memberikan tumpeng kepada perwakilan Gojek didampingi Wakil Gubernur Kaltara Udin Hianggio. Jumat (29/3/2019)

“Harapan kita disiplin. Kalau dia enggak masuk kerja kan repot juga. Nanti ada sanksi administrasi dan sebagainya. Bukan hanya TPP, sanksi administrasi enggak masuk kerja 46 hari berturut, berhenti,” ujar Khairul sebagaimana diberitakan Prokal.co, Minggu (31/3).

Khairul juga mengatakan, Gojek ini sebagai perusahaan aplikasi on demand dan pembayaran digital berbasis teknologi. Tentunya ini sejalan dengan kegiatan visi Bumi Paguntaka Tarakan sebagai kota maju dan sejahtera dengan smart city

Sementara itu Vice President Gojek East Indonesia Anandita Danaatmadja mengaku belum bisa memastikan apakah ada ASN yang bergabung menjadi driver kota di Tarakan. Ada peluang bagi ASN, termasuk juga pegawai tidak tetap (PTT) atau honorer bergabung dalam transportasi online, waktu aplikasinya juga fleksibel, meskipun begitu tetap harus mendapatkan izin dari instansinya dulu, apakah benar mendapatkan izin atau tidak

“Ada yang bekerja full time. Biasanya ojek pangkalan. Tapi kalau ada yang punya pekerjaan lain ya silakan saja. Itu bisa part time. Pulang kantor atau Sabtu–Minggu,” ujar Anandita.

Gojek tak membatasi jumlah mitra atau driver-nya. Keseimbangan diukur dari permintaan pengguna.

Dalam hal perekrutan driver pihak gojek mengutamakan ojek konvensional daripada umum untuk menghindari kecemburuan di tengah masyarakat.

Ojek konvesional yang ingin bergabung diberi keringan persyaratan, misalnya dengan difasilitasi Smartphone bagi yang belum memiliki dengan cara cicilan ringan tiap bulan.

“Begitu juga yang belum punya SIM (Surat Izin Mengemudi) dan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) akan kita bantu buat kolektif di Polres terdekat,” ujarnya. [MNR]

 

 

1 Comment
  1. […] Baca juga : Ojol Hadir di Kota Tarakan Kaltara, Wali Kota Izinkan PNS Jadi Driver […]

Tinggalkan Komentar

%d bloggers like this: