Indonesia Ajak Volvo dan Renault Investasi di Mobil listrik

kabar-energi.com – Pemerintah Indonesia akan berinvestasi dengan perusahaan mobil ternama Renault dan Volvo dalam pembuatan kendaraan listrik dengan target produksi mobil listrik  25% terpenuhi pada tahun 2030.

“Pemerintah telah meminta Renault dan Volvo untuk membangun pabrik atau unit perakitan dengan menargetkan produksi 750.000 kendaraan listrik pada tahun 2030,” kata Harjanto, Direktur Jenderal Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian seperti yang di lansir Bloomberg, Rabu (10/4/2019)

Total produksi kendaraan di Indonesia lebih dari dua kali lipat menjadi 3 juta unit selama periode tersebut, katanya.

Presiden Joko Widodo telah berjanji untuk memberikan insentif pajak menarik bagi investasi asing dalam kendaraan listrik dibandingkan lebih mahal jika memiliki mobil berbahan bakar fosil sehingga menyelematkan keuangan negara sekitar Rp. 798 triliun ($ 56 miliar) dari impor minyak mentah.

Sementara Hyundai Motor dan Volkswagen telah menunjukkan minat dalam pembuatan kendaraan listrik, sebuah konsorsium perusahaan Cina dan Indonesia sudah membangun pabrik pengisian daya baterai, dalam laporan Kementerian Perindustrian.

Chief Operating Officer PT Maxindo Renault Indonesia Davy J. Tuilan mengatakan “produsen mobil Prancis itu perlu terlebih dahulu melakukan studi kelayakan sebelum memutuskan untuk berinvestasi di Indonesia.”

Indonesia Chases Volvo, Renault Investment in Electric Vehicles

Cadangan Nikel

“Indonesia memiliki cadangan bijih nikel yang melimpah sebagai bahan baku utama dalam pengembangan baterai kendaraan listrik dan satu perusahaan telah mulai bekerja memproduksi bahan baku tersebut, begitu fasilitas produksi baterai sudah ada, akan mudah untuk menarik produsen kendaraan listrik,” kata Harjanto.

PT Pertamina (Persero) Tbk, perusahaan energi milik Indonesia, telah mengumumkan rencana untuk memulai produksi baterai listrik, sementara itu PT. Blue Bird Tbk (BIRD) akan mulai menambahkan mobil listrik ke armada taksi mereka mulai tahun ini.

Pemerintah sedang membuat aturan baru untuk mempromosikan kendaraan listrik yang dapat menawarkan pajak barang mewah yang lebih rendah dan semakin banyak kendaraan yang menghasilkan lebih banyak zero emisi.

Pembentukan industri kendaraan listrik indonesia diharapkan untuk meningkatkan ekspor yang sedang menurun. [MNR]

1 Comment
  1. […] Indonesia Ajak Volvo dan Renault Investasi di Mobil listrik […]

Tinggalkan Komentar

%d bloggers like this: