Baik Jokowi atau Prabowo yang Menang, Sektor Saham Ini Patut Dicermati

kabar-energi.com – Hari pertama pada pekan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,46% ke level 6.435, pada perdagangan Senin (15/4/2019).

Para pelaku pasar optimistis sektor  infrastruktur diprediksi akan menguat jika pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin memenangi Pilpres. Sebaliknya jika petahana kalah maka emiten berpenghasilan dolar AS dan emiten defensif yang berpotensi akan menguat.

Kepala Riset PT RHB Sekuritas Indonesia, Henry Wibowo, dalam risetnya Senin (15/4/19), memprediksi sektor yang terkait infrastruktur yang dimaksud adalah konstruksi, jalan tol, semen, dan bank.

“Diikuti oleh properti industri yang diuntungkan dari potensi reformasi perburuhan dan sektor yang masih belum membebani indeks yaitu properti dan telekomunikasi,” ujar Henry bersama Ghibran Al Imran dalam riset tersebut.

Tetapi Jika Prabowo Subianto yang menang Pilpres 5 tahunan ini, maka akan ada periode konsolidasi sementara, sehingga emiten beromzet dolar AS dan yang dianggap emiten defensif dapat menjadi pilihan investor.

Para pelaku pasar  yang berpendapatan dolar AS diprediksi dapat menguat karena adanya tekanan pada rupiah untuk sementara waktu, sehingga dolar AS akan menguat.

Prediksi kemenangan Jokowi yang menjadi dasar tim riset Henry dan tim didasari polling elektabilitas yang digelar pada Februari-Maret dari 8 lembaga survey.

Kedelapan lembaga survey tersebut adalah Charta Politika, Vox Populi, Alvara Research Center, CSIS, SMRC, LSI Denny JA, Litbang Kompas, dan Indo Barometer.

Dari hasil survei tersebut, Henry menyimpulkan Jokowi memiliki kemungkinan lebih besar untuk kembali mengungguli Prabowo dengan angka 53,1%, di atas Prabowo 33,6% dan sisanya 13,2% belum menentukan pilihan atau tidak memilih.

Sebelumnya, Prabowo pernah bersaing dengan Jokowi pada 2014 silam dan kalah dengan angka 46,85% melawan 53,15%.

Menjelang pilpres Rabu (17/4/2019) ini, masuknya dana asing ke pasar saham sempat tercatat tren reli terpanjang sejak 22 Januari yaitu 7 hari berturut turut.

Arus dana asing tersebut terjadi di seluruh pasar baik reguler, negosiasi, tunai sejak 2 April hingga 11 April dan dengan membukukan nilai pembelian bersih asing (net foreign buy) Rp 3,71 triliun.

Tetapi aksi sebaliknya yaitu aksi jual bersih asing (net foreign sell) justru terjadi pada akhir pekan lalu hingga hari ini.

Sumber: Refinitiv
3 Comments
  1. […] Baik Jokowi atau Prabowo yang Menang, Sektor Saham Ini Patut Dicermati […]

  2. […] Baca Juga : Baik Jokowi atau Prabowo yang Menang, Sektor Saham Ini Patut Dicermati […]

  3. […] […]

Tinggalkan Komentar

%d bloggers like this: