Kementan Luncurkan Biodiesel B100, Bahan Bakar Murah dan Hemat dari Solar

kabar-energi.com – Kementerian Pertanian Senin (15/4/2019) melakukan uji coba biodiesel (B100) untuk mobil dan traktor. Biodiesel merupakan bahan bakar nabati atau biofuel untuk mesin atau motor diesel.

“B100 adalah energi masa depan kita. Ini adalah peluang besar karena produksi CPO kita sebanyak 41,6 juta ton, meningkat 42 persen dibandingkan produksi 2014 yang mencapai 29,28 juta ton. Bisa dibayangkan berapa triliun yang bisa dihemat. Ke depannya kita sudah tidak akan tergantung lagi dengan BBM impor,” terang Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Senin (15/4/2019).

Dia mengatakan bahan bakar B100 memungkinkan kendaraan untuk melakukan perjalanan 13,1 kilometer per liter, yang lebih efisien daripada menggunakan bahan bakar Solar yang hanya 9,6 kilometer per liter.

Dalam pengujian awal, mobil yang menggunakan bahan bakar B100 bisa menempuh total 6.000 kilometer, tambahnya.

Kementerian juga mulai membahas kemungkinan produksi massal bahan bakar B100 dengan perusahaan milik negara dan perusahaan swasta. Amran memperkirakan harga komersial B100 sekitar Rp8.000 (57 sen AS) per liter.

“Pengguna tidak hanya harus berpikir tentang memotong biaya, tetapi mereka juga harus berpikir tentang melindungi lingkungan. B100 menghasilkan karbonmonoksida (CO) lebih rendah 48% dibanding solar,” tambahnya.

Amran juga menyatakan harapannya bahwa meningkatkanya penggunaan B100 dapat untuk memotong impor bahan bakar fosil dan meningkatkan penggunaan CPO di dalam negeri di tengah kampanye Uni Eropa melawan komoditas tersebut.

Pada bulan September, 2018, Indonesia mengeluarkan kebijakan untuk mulai melebarkan penggunaan biodiesel campuran 20 persen (B20) dan akan segera mengkampanyekan penggunaan bahan bakar B30. [MNR]

Tinggalkan Komentar

%d bloggers like this: