Dirut PLN Sofyan Basir Tersangka, Bagaimana Nasib Proyek Listrik Indonesia?

kabar-energi.com – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah meyakinkan bahwa proyek-proyek pembangkit listrik tidak akan terpengaruh atas ditetapkannya Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), Sofyan Basir sebagai tersangka dugaan suap proyek PLTU Riau 1 oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (23/4).

Sofyan diduga menerima janji dengan mendapatkan bagian yang sama besar dari jatah Wakil Ketua Komisi VII Eni Maulani Saragih dan Mantan Sekertaris Jenderal Partai Golkar, Idrus Marham.

Sekretaris Kementerian BUMN, Imam Apriyanto Putro, mengungkapkan Kementerian BUMN menghormati proses hukum yang sedang dihadapi oleh Dirut PT PLN (Persero).

Imam menjelaskan pemerintah meminta untuk semua manajemen PLN untuk tetap melaksanakan dan memastikan operasional perusahaan tetap berjalan dengan baik. Ia mengatakan pelayanan untuk masyarakat harus tetap menjadi prioritas.

Proyek PLTU Mulut Tambang Riau-1 berkapasitas 2×300 MW dengan investasi US$ 900 juta, Letter of intent (LoI) untuk proyek ini ditandatangani pada Januari 2018, yang selesai pada 2024.

Sedangkan Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana mengatakan, pihaknya berharap kejadian ini tidak mengganggu proyek-proyek ketenagalistrikan ke depannya. [MNR]

1 Comment
  1. […] Baca Juga : Dirut PLN Sofyan Basir Tersangka, Bagaimana Nasib Proyek Listrik Indonesia? […]

Tinggalkan Komentar

%d bloggers like this: