Satgas OJK Temukan 144 Platform Fintech Tanpa Izin

kabar-energi.com – Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi atau Satgas Waspada Investasi menemukan 144 entitas yang melakukan kegiatan usaha peer to peer lending, termasuk yang beroperasi dari luar negeri seperti Cina, Malaysia, Singapura, dan Amerika Serikat, tapi tidak terdaftar atau memiliki izin usaha dari OJK.

“Jumlah fintech lending ilegal yang beredar masih banyak. Kami mohon masyarakat tetap waspada dan berhati-hati sebelum memilih perusahaan fintech lending. Gunakan fintech lending yang sudah terdaftar di OJK sebanyak 106 perusahaan,” ujar Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L. Tobing lewat keterangan tertulis, Minggu (28/4/2019).

Dengan teknologi informasi yang terus berkembang di pasar besar Indonesia untuk pinjaman online dan pemahaman masyarakat fintech yang buruk adalah faktor-faktor yang memungkinkan lembaga teknologi keuangan beroperasi secara ilegal.

Pada 2018, OJK mendata ada 404 entitas Fintech P2P Lending yang tak berizin namun tetap beroperasi. Tahun ini, total entitas Fintech P2P Lending ilegal, yang diumumkan OJK, mencapai 543 entitas.

Pada 24 April 2019, Satgas Waspada Investasi juga menghentikan 73 kegiatan usaha yang diduga melakukan kegiatan usaha tanpa izin dari pihak berwenang dan berpotensi merugikan masyarakat.

Kegiatan usaha yang dihentikan Satgas Waspada Investasi antara lain 64 Trading Forex tanpa izin, sebanyak 5 investasi uang tanpa izin, sebanyak 2 Multi Level Marketing tanpa izin, sebanyak 1 Investasi Perkebunan serta 1 Investasi Cryptocurrency.

Peraturan OJK No. 77/2016 di keluarkan untuk mencoba terjadinya pengoperasian platform fintech yang tidak berlisensi.

OJK juga akan memerangi operasi ilegal dengan memblokir situs web dan aplikasi, mengajukan laporan kepada polisi dan mendidik masyarakat tentang cara mengidentifikasi platform pinjaman P2P legal.

Informasi mengenai daftar perusahaan yang tidak memiliki izin dari otoritas berwenang dapat diakses melalui Investor Alert Portal pada www.sikapiuangmu.ojk.go.id. Jika menemukan tawaran investasi yang mencurigakan, masyarakat dapat mengkonsultasikan atau melaporkan kepada Kontak OJK 157, email konsumen@ojk.go.id atau waspadainvestasi@ojk.go.id. [MNR]

Tinggalkan Komentar

%d bloggers like this: