Mantan Dirut PLN Segera Disidang Terkait Kasus PLTU Riau-1

kabar-energi.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada hari Selasa (11/6/2019) telah menyelesaikan penyelidikannya terhadap Sofyan Basir, Direktur Utama PLN, dalam kasus korupsi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau-1

“Penyelidik telah menyerahkan kasus ini kepada jaksa, yang saat ini sedang menyusun surat dakwaan untuk diajukan ke pengadilan,” kata juru bicara KPK Febri Diansyah dalam sebuah pernyataan.

Proses penyidikan yang telah ditempuh sejak 22 April itu, lanjutnya, KPK telah memeriksa 74 orang saksi dari berbagai unsur. Saksi yang dihadirkan mulai dari Menteri ESDM Ignasius Jonan, para pejabat di PT PLN (Persero) dan anak perusahaan, pihak PT Samantaka Batubara, anggota DPR RI, mantan pengurus Partai Golkar dan pihak swasta lain

Pengacara Sofyan, Susilo Aribowo, mengatakan ia dan kliennya masih mempertimbangkan untuk mengajukan diri sebagai Justice Collaborator (JC). Menurutnya, pengajuan JC ini akan dipertimbangkan pihaknya sambil menjalani proses hukum.

KPK menetapkan Sofyan sebagai tersangka pada 23 April lalu, dengan menerima suap dari Johannes Budisutrisno Kotjo, pemegang saham Blackgold Natural Resources Ltd., sebagai imbalan atas hak untuk mengembangkan pembangkit listrik berbahan bakar batubara senilai US $ 900 juta yang dikenal sebagai PLTU Riau 1. Johannes juga dihukum karena memberikan sejumlah uang kepada dua politisi Partai Golkar, Idrus Marham dan Eni Maulani Saragih.

Pengadilan menjatuhkan hukuman dua tahun dan delapan bulan penjara kepada Johannes karena memberi para politisi total suap Rp 4,75 miliar (US $ 333.825). Sementara itu, Idrus dan Eni masing-masing dihukum tiga dan enam tahun penjara.

Sofyan ditahan sejak 28 Mei setelah beberapa kali dipanggil KPK. [05]

Tinggalkan Komentar

%d bloggers like this: