10 saham LQ45 dengan PER terkecil, Tujuh saham turun

kabar-energi.com – Pada hari Senin (17/6) Bursa Efek Indonesia (BEI) melemah lagi. Ketika bursa saham tutup warung, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 59,74 poin (-0,96%) dari penutupan sebelumnya, lalu hinggap di angka indeks 6.190,53.

LQ45, indeks saham dengan konstituen saham-saham berkapitalisasi pasar terbesar dan terlikuid, turun 10,73 poin (-1,08%) menuju 980,29.

Indeks Kompas100 yang beranggotakan seratus saham dengan likuiditas dan kapitalisasi pasar terbesar juga memerah kembali. Indeks terbitan Kompas ini turun 14,98 poin (-1,18%), lalu hinggap di ​1.249,45.

Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), Adaro Energy Tbk (ADRO), dan Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) berada di posisi tiga pertama daftar saham LQ45 dengan PER positif terkecil secara berurutan; masing-masing 4,36 kali, 5,8 kali, dan 6,37 kali.

Posisi selanjutnya diisi oleh PTBA, UNTR, ELSA, ITMG, MEDC,  WSBP, dan WSKT.

Dari seluruh saham yang masuk dalam daftar 10 saham LQ45 dengan PER terendah, tujuh saham harganya turun dibanding harga penutupan sebelumnya. Mereka adalah ADRO, MNCN, Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA), Elnusa Tbk (ELSA), Medco Energy Tbk (MEDC), Waskita Beton Precast Tbk (WSBP), dan Waskita Karya Tbk (WSKT).

Adapun dua saham yang naik adalah United Tractor Tbk (UNTR) dan Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG).

Satu-satunya saham lain yang tidak mengalami perubahan harga penutupan adalah SRIL.

10 Saham LQ45 dengan PER Terendah
Kode Harga (14/6) Harga (17/6) PBV PER
SRIL 340 340 0,9 4,36
ADRO 1.235 1.230 0,63 5,8
MNCN 1.300 975 1,27 6,37
PTBA 2.830 2.820 1,85 7,14
UNTR 26.900 27.025 1,69 8,25
ELSA 364 352 0,76 8,38
ITMG 16.800 16.850 1,57 8,41
MEDC 765 760 0,67 8,44
WSBP 398 392 1,26 8,91
WSKT 1.920 1.890 0,86 8,96

Secara umum ada anggapan bahwa semakin kecil angka PER maka semakin murah pula harga saham tersebut dibanding saham-saham lain dalam sektor usaha yang sama. Price earning ratio (PER) adalah perbandingan antara harga saham dengan laba bersih per saham. Penurunan harga saham di bursa secara otomatis akan menurunkan pula nilai PER kalau pada saat yang sama tidak terjadi perubahan laba bersih per saham. [05/ Kontan]

Tinggalkan Komentar

%d bloggers like this: