Pertamina Raih laba Bersih US$ 677 Juta di Kuartal I-2019

kabar-energi.com – Perusahaan holding Pertamina, meraup laba kinerja keuangan pada kuartal I/2019 senilai US$ 677 juta yang ditopang dari kinerja hilir dan hulu minyak dan gas bumi.

Direktur Keuangan Pertamina Pahala N. Mansury mengatakan sekitar 91% lebih tinggi dari laba bersih pada periode yang sama tahun lalu, yang tercatat sekitar US$ 390 juta.

“Laba US$677 juta. Lebih baik tahun ini [kuartal I/2019], karena tahun lalu ada pergerakan ICP dan valuta asing, rupiah terhadap usd bergersk signifikan. Dua faktor itu memengaruhi stabilitas kami,” tuturnya, di Gedung DPR, Kamis (27/6/2019).

“Kinerja bisnis hulu kami lebih baik, sementara bisnis hilir didukung oleh ICP (Indonesia Crude Price) yang lebih baik dan nilai tukar mata uang rupiah terhadap US dollar,” kata Pahala, seraya menambahkan bahwa rata-rata harga minyak mentah global Brent mencapai sekitar US$ 60 per barel di kuartal pertama 2019.

Dukungan kinerja sektor hilir ditunjukkan dengan berkurangnya impor produk BBM, seperti avtur dan Solar. Selain itu, dia mengklaim bahwa kinerjs hulu juga mengalamai perkembangan.

Tetapi kinerja kuartal kedua, Pahala kurang optimis karena ICP secara bertahap bergerak naik pada bulan April, Mei dan Juni menjadi sekitar US$ 67 hingga US$ 68 per barel.

“Proyeksi di Q2 tidak akan sebaik di Q1 karena ICP lebih tinggi. Ini akan mempengaruhi profitabilitas kami di sektor hilir,” katanya.

Pertamina mentargetkan membukukan laba bersih US$ 1,5 miliar tahun ini, pertumbuhan 2 persen yoy. Sementara itu, belanja modal ditetapkan sekitar UA$ 5 miliar hingga US$ 5,7 miliar. [05]

Tinggalkan Komentar

%d bloggers like this: