Saham Indomobil Mulai Diburu Investor, Dampak Ekspansi ke Batubara

kabar-energi.com  – Saham emiten otomotif nasional, PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) melejit pada perdagangan sesi II Selasa ini (2/7/2019) seiring dengan aksi beli yang dilakukan investor domestik, setelah perseroan berencana masuk bisnis tambang baru bara.

Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, investor asing justru mencatatkan jual bersih (net sell) saham IMAS pada Selasa ini, pukul 14.46 WIB, sebesar Rp 32 juta di pasar reguler. Nilai transaksi saham IMAS hari ini sebesar Rp 2,42 miliar dengan volume perdagangan 900.600 saham.

Saham IMAS pada siang ini menguat 2,66% di level Rp 2.700/saham yang disokong aksi beli domestik. Dalam 6 hari perdagangan terakhir saham IMAS naik 6,72%. Secara year to date atau tahun berjalan, saham IMAS melesat 25% dengan aksi beli investor asing Rp 9,145 miliar.

Mega Capital Sekuritas, dalam riset 1 Juli memberikan target harga sebesar Rp 2.780-2.830/saham untuk IMAS, dengan rekomendasi Speculative Buy. Adapun level stop lose dipatok di angka Rp 2.580/saham.

Salah satu sentimen penguatan saham IMAS yakni aksi perusahaan yang melebarkan sayapnya ke bisnis kontraktor pertambangan setelah mengambilalih saham PT Prima Sarana Gemilang (PSG) dari anak usaha yang merupakan pihak terafiliasi dengan perseroan yakni PT Wahana Inti Selaras.

Sebelumnya, IMAS juga mendapat sentimen positif setelah mengambilalih penjualan mobil asal Korea Selatan dengan merek KIA.

Dalam keterbukaan informasi di BEI, pada 25 Juni 2019, perseroan menandatangani perjanjian jual beli saham atas 292.500 saham di PSG oleh Wahana Inti Selaras. Transaksi pengambilalihan dilakukan dengan harga Rp 295 miliar.

PSG adalah perusahaan yang bergerak di bidang kontraktor pertambangan batu bara dan mempunyai keterkaitan dengan produk-produk divisi alat berat perseroan.

“Batu bara merupakan komoditas yang harganya naik turun terkait dengan kebutuhan batu bara dunia, namun hal ini kami mitigasi dengan kontrak PSG yang sebagian besar merupakan kontrak kerja jangka panjang,” tulis Presdir Indomobil Jusak Kertowidjojo dan Direktur Indomobil Evensius Go, dalam keterbukaan informasi.

Direksi IMAS mengungkapkan, dengan masuknya PSG menjadi entitas anak perseroan, maka posisinya menjadi strategi bagi IMAS karena kebutuhannya akan alat berat yang signifikan menjadi pangsa pasar tersendiri bagi divisi alat berat perseroan.

“Selain itu, akan terjadi sinergi usaha antara divisi alat berat yang ada dengan PSG yang masuk juga dalam divisi yang sama.  Ditambah lagi, masuknya PSG akan memperkuat struktur usaha perseroan yang pada akhirnya diharapkan akan membawa dampak yang positif bagi usaha perseroan secara keseluruhan.” [05/CNBC Indonesia]

Tinggalkan Komentar

%d bloggers like this: