Trada Alam Minera (TRAM) Kembangkan Pertambangan di Kalimantan

Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk. Alfian Pramana (dari kiri), Komisaris Independen Bambang Setiawan, Direktur Utama Soebianto Hidayat, Direktur Independen Irwandy Arif, dan Direktur Ismail, berbincang di sela-sela konferensi pers di Jakarta, Selasa (7/11).(Foto: Dwi Prasetya)

kabar-energi.com – PT Trada Alam Minera Tbk bakal melakukan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. Direktur Utama Trada Alam Minera, Soebianto Hidayat menyampaikan Trada Alam Minera memerlukan dana besar guna membangun infrastruktur tambang.

Selanjutnya emiten berkode saham TRAM ini akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 100 miliar saham baru atau setara dengan 201,43% dari modal ditempatkan dan disetor penuh, nilai nominal saham baru tersebut adalah Rp 100.

Dari rencana aksi itu, sambungnya, TRAM membidik perolehan dana sebesar Rp 10 triliun. Sayangnya ia belum dapat menyampaikan kapan mereka akan melaksanakan rights issue. “HMETD agenda pastinya belum, masih feasibility study,” ujarnya Jumat (5/7).

Nantinya TRAM bakal membangun infrastruktur pertambangan serta meningkatkan kapasitas produksi batubara. “Kita mau bangun infrastruktur pertambangan baru, jalan baru,” imbuhnya.

Nah sebelumnya mereka meneken kerja sama dengan dengan anak usaha Adaro Group, yakni PT Alam Tri Abadi guna pengembangan logistik dan infrastruktur pertambangan di Kalimantan.

Sebelumnya manajemen menyebut pengembangan infrastruktur ini akan rampung dalam waktu empat tahun. Pada tahun ini TRAM membidik produksi batubara sebanyak dua kali lipat realisasi produksi tahun lalu.

TRAM akan mengeduk hingga 5 juta ton batubara di sepanjang tahun 2019. Dalam catatan Kontan, produksi bulanan mereka sekitar 350.000 ton hingga 450.000 ton batubara. Sementara hingga kuartal I 2019, produksi batubara TRAM sudah mencapai 1 juta ton. Pihaknya menargetkan selama semester I mampu memproduksi dan menjual emas hitam sebesar 2,4 juta ton hingga 2,6 juta ton.

TRAM memproduksi batubara dari anak usahanya, yakni PT Gunung Bara Utama (GBU). Dari GBU ini, TRAM memproduksi dan menjual batubara kalori tinggi di atas 5.000 kkal/GAR. Adapun pada tahun ini mereka menyasar sejumlah pasar seperti Jepang, Vietnam, Thailand dan Taiwan. [05/Kontan]

Tinggalkan Komentar

%d bloggers like this: