Industri Kreatif Diminta Berinovasi ke Plastik Ramah Lingkungan

kabar-energi.com –Anggota Komisi XI DPR RI Eva Kusuma Sundari meminta pelaku industri merespons pajak pemerintah atas kantong belanja plastik dengan menciptakan inovasi yang lebih ramah lingkungan.

“Industri kita harapkan untuk meresponnya dengan cara kreatif.  Ini mendorong inovasi juga kan, kalau enggak dipaksa begini, inovasinya enggak akan berkembang,” papar Eva, Rabu (10/7/2019).

Dia menambahkan bahwa pajak tidak boleh menjadi beban konsumen saja, dan menyarankan industri untuk mempertimbangkan dampak plastik terhadap lingkungan.

Kendati demikian, diakui politisi dapil Jawa Timur tersebuyt, jenis industri yang akan dikenakan cukai plastik masih belum diputuskan. “Itu ranahnya Menteri,  namun Komisi XI tetap akan memantau tindak lanjut cukai plastik ini,” tandas Anggota Baleg DPR RI itu.

Sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan sebanyak 9,85 miliar lembar sampah kantong plastik dihasilkan setiap tahunnya. Karena itu, melalui cukai pemerintah tidak melarang namun melakukan pengendalian.

Ia mengungkapkan, penerapan tarif cukai ini hanya berlaku bagi kantong plastik yang tidak ramah lingkungan atau berbahan baku petroleum base sebesar 100% Rencananya, tarif cukai kantong plastik akan dikenakan Rp 30.000 per kg, atau Rp 450 – Rp 500 per lembar

Dalam riset yang dilakukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tahun lalu menunjukkan bahwa Indonesia bertanggung jawab atas atas 100.000 dan 400.000 metrik ton polusi plastik laut setiap tahun, menjadikannya pencemar laut terbesar di dunia dan penghasil limbah plastik terbesar kedua.

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyebutkan bahwa pajak akan mendorong industri untuk mulai memproduksi plastik yang lebih ramah lingkungan.

Indonesia telah mengikuti contoh di berbagai negara lain yang telah mengenakan pajak atas plastik, seperti Malaysia mengenakan pajak plastik $ 4,40 / kg, Hong Kong ($ 5,80 / kg) dan Filipina ($ 18,30 / kg).

Sementara Amerika Serikat, Kanada, Argentina, Meksiko, Brasil, Chili, Botswana, Kenya, dan Rwanda telah melarang penggunaan kantong plastik sama sekali.

Pemerintah provinsi Bali juga telah memberlakukan larangan terhadap plastik tunggal, termasuk kantong plastik, polystyrene dan sedotan plastik, pada Desember tahun lalu.

Bogor, Jawa Barat, dan Banjarmasin, Kalimantan Selatan, juga telah melarang penggunaan kantong plastik di toko-toko eceran. [05]

Tinggalkan Komentar

%d bloggers like this: