Akhirnya Indonesia Setujui Inpex Kelola Blok Masela Senilai $ 20 miliar

kabar-energi.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akhirnya sudah menyetujui dan menandatangani revisi rencana pengembangan (POD) proyek gas alam Masela senilai $ 20 miliar

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (12/7/2019).

Rincian rencana yang disetujui sama dengan yang disepakati dalam kesepakatan yang ditandatangani bulan lalu, termasuk jadwal waktu, perkiraan biaya, dan kondisi fiskal.

Berdasarkan data terbaru dari SKK Migas, proyek lapangan LNG Abadi akan beroperasi pada kuartal II-2027 dengan estimasi produksi tahunan LNG sebesar 9,5 juta ton dan 150 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd).

SKK Migas pun kala itu memperkirakan, proyek di darat akan menelan biaya US$ 16 miliar, yang akan diproses di bawah skema PSC lama, cost recovery.

Pabrik gas alam cair (LNG), yang akan memiliki kapasitas 9,5 juta ton per tahun, diperkirakan akan mulai beroperasi pada tahun 2027, katanya.

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan INPEX Corporation (INPEX) telah melaksanakan penandatanganan perjanjian awal atau Head of Agreement (HoA) tentang pengembangan lapangan hulu migas Abadi di Blok Masela, di Kepulauan Tanimbar, Maluku.

HoA tersebut ditandatangani pada pertemuan awal G20 di Jepang, Minggu (16/6/2019), dan dilakukan antara Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto, dengan Presiden Direktur INPEX Indonesia Shunichiro Sugaya.

Indonesia memberikan persetujuan awal Inpex untuk perpanjangan kontrak 27 tahun menjadi 2055. [05]

Tinggalkan Komentar

%d bloggers like this: