Janji Jokowi Lawan Batasan Minyak Kelapa Sawit Uni Eropa

Sindows

kabar-energi.com – Pada Hari Jum’at (12/7/2009) Presiden Indonesia Jokowi berjanji akan melawan Uni Eropa atas rencana untuk membatasi penggunaan minyak kelapa sawit dalam biofuel.

Brussels ingin membatasi bahan yang dapat digunakan dalam bahan bakar yang digunakan untuk penggunaan energi terbarukan.

Uni Eropa (UE) telah menetapkan batas tahun 2030 untuk menghapus minyak kelapa sawit, yang menurut para pencinta lingkungan mendorong deforestasi dan perubahan iklim.

Tetapi rencana itu membuat marah negara-negara penghasil kelapa sawit terbesar seperti Indonesia dan Malaysia, yang ekonominya bergantung pada komoditas tersebut.

Dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg News yang diterbitkan pada Jumat (12/7), Jokowi mengatakan bahwa dia bertekad untuk membuat Uni Eropa mengubah aturannya.

“Bagi saya, jika ada diskriminasi seperti itu, saya akan berjuang demi 16 juta petani dan pekerja di industri ini,” katanya. “Kelapa sawit adalah komoditas strategis bagi Indonesia.”

Minyak kelapa sawit dan industri terkait berkontribusi sekitar 4 persen terhadap PDB Indonesia dan memberikan mata pencaharian bagi 6% populasi.

Jakarta tahun lalu memperoleh US$17,8 miliar dari ekspor minyak kelapa sawit, yang digunakan dalam berbagai produk mulai dari makanan hingga kosmetik.

Saham perusahaan minyak kelapa sawit telah turun 9% tahun ini karena kekhawatiran akan pembatasan tersebut.

Baik Indonesia maupun Malaysi yang bersama-sama menghasilkan sekitar 85% minyak kelapa sawit dunia, sebelumnya telah memperingatkan bahwa mereka akan melakukan pembalasan.

Jokowi menegaskan bahwa setelah kemenangannya pada Pilpres 2019, ia memiliki mandat untuk mengambil tindakan berani untuk meningkatkan perekonomian Indonesia.

Dia mengatakan bahwa langkah-langkah itu akan termasuk menurunkan pajak perusahaan, melonggarkan hukum perburuhan, dan mencabut pembatasan kepemilikan asing.

“Saya lebih tahu masalahnya,” katanya. “Karena ini adalah masa jabatan terakhir saya, jadi saya tidak memiliki beban (pemilu).” [05]

 

Tinggalkan Komentar

%d bloggers like this: