Surabaya Kota Pertama yang Operasikan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

kabar-energi.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut Surabaya akan menjadi Kota pertama di Indonesia yang mengoperasikan Pembangkit Listik Tenaga Sampah (PLTSa/10 MW) dari volume sampah sebesar 1.500 ton/hari dengan nilai investasi sekitar  49,86 juta dollar AS

Pada 12 April 2018, Joko Widodo, telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 35 Tahun 2018 mengenai Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.

Dimana ada 12 daerah yang dipilih menjadi percontohan PLTSa, yaitu Provinsi DKI Jakarta, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kota Bekasi, Kota Bandung, Kota Semarang, Kota Surakarta, Kota Surabaya, Kota Makassar, Kota Denpasar, Kota Palembang, dan Kota Manado.

Empat kota akan ditargetkan selesai tahun ini, yakni di Surabaya, Jakarta, Bekasi, dan Solo.

“Pembangunan PLTSa di kota-kota tersebut, dimonitor langsung oleh Presiden Joko Widodo,” ujara Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi di Jakarta, Kamis (18/07/2019).

Dengan menggunakan teknologi pembakaran bahan organik, sampah-sampah akan musnah, dan dimana prosesnya dapat menghasilkan listrik sebesar 9-10 Mega Watt, dari 1500 ton sampah yang diproses setiap harinya.

Wali Kota Surabaya, Tri Risma Harini pembangunan fisik PLTSa di Surabaya sudah hampir 80%, yakni di TPA Benowo. Kota Surabaya sendiri sudah mulai membangun pengolah sampah menjadi energi listrik dari tahun 2012. Targetnya, konstruksi bisa rampung pada November 2019 dan kemudian dilanjutkan untuk operasional.

“Ya Insya Allah kalau Surabaya fisiknya sudah lebih dari 80 persen, hampir jadi di TPS Benowo. Nanti jadi 11 megawatt kita punya,” ujar Risma usai menghadiri Ratas di Komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (16/7/2019)

Untuk biaya layanan angkut sampah yakni sekitar Rp90 ribu sampai Rp150 ribu per ton. Jika sudah beroperasi, PLTSa Surabaya akan menyumbang 11 Megawatt (MW) listrik kepada PLN yang selanjutnya dijual secara komersial. [05]

 

Tinggalkan Komentar

%d bloggers like this: