Indonesia dan UAE Jalin Kerjasama Perkuat Sektor Industri

Presiden Jokowi dan Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan saksikan penandatanganan MoU di Istana Kepresidenan Bogor, Rabu 24 Juli 2019. (Foto Agung)

kabar-energi.com – Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Uni Emirat Arab (UEA) melakukan nota kesepahaman (MoU) guna memperkuat kerja sama dalam pengembangan sektor industri. Langkah ini diambil supaya menguntungkan kedua belah pihak guna mendorong pertumbuhan ekonomi.

MoU ditandatangani oleh Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto bersama Menteri Energi dan Industri UEA Suhail Mohamed Faraj Al Mazrouei di sela-sela pertemuan bilateral antara Presiden Joko Widodo dan Pangeran Mahkota Abu Dhabi sekaligus Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata UEA Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan di Istana Bogor di Bogor, Jawa Barat pada Rabu (24/7/2019)

Kedua belah pihak berkomitmen untuk mengembangkan sektor industri potensial, termasuk pertanian, logam, mesin dan petrokimia.

“Komoditas CPO, makanan dan minuman serta produk kertas dan bubur kertas adalah beberapa dari 10 produk ekspor teratas dari Indonesia ke UEA,” ujar Airlannga dalam sebuah pernyataan pers yang dirilis pada hari Kamis (25/7/2019)

Selain MoU tentang Kerjasama Industri, perjanjian lain juga yang ditandatangani adalah tentang Peningkatan Perlindungan Investasi, Pajak Berganda, Kerjasama Pabean, Pariwisata, Kelautan dan Perikanan, Pertahanan, Konsuler dan Budaya.

Selain kerjasama tersebut Menurut Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, ada tiga MoU Bisnis ke Bisnis (B2B) yang juga ditandatangani pada kesempatan itu.

Termasuk perjanjian antara PT Pertamina dan Perusahaan Minyak Nasional Abu Dhabi (Adnoc) tentang Rencana Induk Pengembangan Kilang (RDMP) di Balikpapan, Kalimantan Timur, serta pengembangan rantai pasokan terintegrasi dan penyimpanan Liquefied Natural Gas (LNG), kesepakatan antara PT. Chandra Asri Petrochemical dan Mubadala tentang pengembangan naphtha cracker dan kompleks petrokimia, dan kesepakatan tentang proyek usaha antara DP World dan konglomerat Maspion Group yang terdiversifikasi di Jawa Timur.

Di samping itu ada juga perjanjian antara DP World dan Maspion Group mengenai pengembangan terminal peti kemas di Jawa Timur [05]

Tinggalkan Komentar

%d bloggers like this: