Dampak Tumpahan Minyak Pertamina Meluas ke 10 Desa dan 7 Pantai

Kondisi Kawasan desa Cemarajaya, Karawang, Jawa Barat, yang tercemar tumpahan minyak akibat bocornya pipa Pertamina Rabu (24/7). (CNBC Indonesia)

kabar-energi.com – Hingga Senin (29/7/2019) masih terjadi Semburan minyak dan gelembung gas dari Lapangan YYA-1 milik PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ), di Pantai Utara Jawa, Karawang, Jawa Barat.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM, Djoko Siswanto, mengatakan akibat tumpahan minyak yang melebar tersebut, jumlah desa yang terdampak semakin banyak.

Setidaknya ada 10 desa dan 7 pantai yang terkena dampak tumpahan minyak dari blok energi negara Blok Offshore North West Java (ONWJ) milik Pertamina yang telah mencemari laut selama lebih dari dua minggu

“Tumpahan minyak sekarang mengikuti angin ke barat, sekitar 84 kilometer dari sumber tumpahan, ada 8 desa di Karawang, 2 desa di Bekasi, dan 7 pantai yang terkena dampat tumpahan minyak,” kata Djoko di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (29/7/2019)

Sementara itu perusahaan Asal Amerika Serikat Halliburton Boots & Coots, telah tiba dan diharapkan memulai proses penutupan sumur yang rusak

Halliburton adalah subkontraktor Pertamina untuk pengoperasian proyek YY, salah satu dari tiga sumurnya atau dikenal sebagai sumur YYA-1.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto mengatakan, bahwa prioritas pemerintah adalah meminimalkan dampak lingkungannya dan segera menutup kerusakan yang terjadi.

“Pekerjaan pertama atasi dampak lingkungan, mestinya diperbaiki sedemikian mungkin, supaya enggak ke arah pantai. Oil boom diperbanyak, di sana mestinya bisa disedot, supaya bisa kurangi dampak tadi. Ada upaya-upaya lebih keras lagi ke depan,” kata Dwi, Senin (29/7/2019)
Pertamina mengatakan akan membutuhkan setidaknya tiga bulan untuk mengatasi dampak lingkungan dari tumpahan minyak tersebut. [05]

Tinggalkan Komentar

%d bloggers like this: