Pro dan Kontra Regulasi Mobil Listrik Indonesia

kabar-energi.com –  Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan bahwa kendala penerbitan aturan terkait ekosistem industri mobil listrik di indonesia, terjadi karena perdebatan antar para menteri terkait yang pro dan kontra beleid tersebut.

“Peraturan Presiden ditunggu hampir 1,5 tahun, debat antar menteri tidak selesai-selesai. Ada yang pro mobil listrik, ada yang melawan. Ini semestinya harus selesai,” ungkap Ignasius Jonan seperti dilansir Antara, Minggu (28/7/2019).

Perdebatan panjang antara para menteri yang terkait disinyalir tentang komponen lokal yang akan membantu produsen dalam memproduksi kendaraan listrik nasional.

“Kalau menunggu komponen lokal dibangun 100 persen, saya kira (orang-orang) yang bikin peraturan sudah pensiun juga engga jadi,” tambah jonan.

Alih-alih memaksa produsen mobil listrik untuk mencari dari pemasok lokal, pemerintah harus mendorong proses terjadi secara alami dengan menawarkan insentif pajak untuk produsen dan pemasok lokal.

Indonesia tidak boleh melupakan fakta bahwa mobil listrik pasti akan mengurangi ketergantungan akan impor bahan bakar fosil.

“Keputusan presiden adalah tentang mengatur ekosistem industri kendaraan listrik. Ini akan mencakup banyak insentif pajak barang mewah untuk kendaraan listrik. Ini juga akan menentukan jenis kendaraan yang dapat menerima insentif, berdasarkan tingkat emisinya, “kata Sri Mulyani,  Kamis (25/7/2019)

Kendaraan listrik sudah menjadi hal yang populer di negara-negara seperti Amerika Serikat, Jepang dan negara Eropa.

“Kami berharap dapat mengubah Indonesia menjadi pusat produksi untuk kendaraan listrik, tidak hanya memproduksi untuk pasar domestik tetapi juga untuk ekspor,” tambah Sri Mulyani.

Target pertama Indonesia adalah mengembangkan kapasitas untuk memproduksi dan mengekspor komponen nomor satu di mobil listrik yaitu baterai. [05]

Tinggalkan Komentar

%d bloggers like this: