Kalimantan di Pilih Jokowi Jadi Ibu Kota Baru Indonesia

Peta Kalimantan - (Foto: Koran Kaltim)

kabar-energi.com – Rencana untuk merelokasi ibukota dari Jakarta ke pulau Kalimantan telah diputsukan oleh Jokowi, sebagai lokasi untuk mendirikan pusat pemerintahan baru

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro mengatakan Presiden, yang sebelumnya melakukan survey ke provinsi yang ada di Kalimantan ke lokasi-lokasi yang memungkinkan untuk ibukota baru, memutuskan untuk memindahkan kantor pusat administratif Indonesia ke wilayah yang kaya sumber daya.

“Presiden Jokowi menginginkan ini bukan hanya wacana, tapi konkret, Ibukota baru akan berada di Kalimantan, Provinsi akan diumumkan nanti” ujar Bambang, di acara Penyusunan Langkah Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Jawa-Bali 2020-2024 di Hotel Shangri-La, Surabaya, Jawa Timur, Senin, (29/7/2019).

Jokowi telah mengumumkan pada bulan Mei lalu bahwa akan terus dengan rencana untuk memindahkan ibu kota ke luar Jawa, dengan alasan perlunya mengatasi populasi di pulau yang sudah paling padat di Jakarta dan untuk memastikan pembangunan yang lebih adil.

Pemerintah bermaksud untuk membentuk pusat pemerintahan yang mirip dengan Washington, DC, di kota baru, dengan Jakarta sebagai pusat bisnis, perdagangan, dan keuangan yang serupa dengan New York di Amerika Serikat.

Tim Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) bertugas mempelajari lokasi yang direkomendasikan ke tiga provinsi di Kalimantan, yaitu Kalimantan Selatan, Tengah dan Timur, yang semuanya sesuai dengan persyaratan, termasuk yang bebas dari gempa bumi dan gunung berapi.

Tak lama setelah mengumumkan rencana itu, Jokowi mengunjungi dua lokasi alternatif di Kalimantan, yaitu Bukit Soeharto di Kalimantan Timur dan Area Segitiga dekat Palangkaraya di Kalimantan Tengah.

Bukit Soeharto, hutan dengan luas 61.580 hektar yang terletak di dua kabupaten yakni Panajam Paser Utara dan Kutai Kertanegara, dianggap cocok karena terletak strategis di dekat titik tengah jalan tol yang menghubungkan Samarinda dan Balikpapan, dua kota terbesar di Kalimantan, dimana keduanya juga memiliki bandara.

Sementara itu, Area Segitiga yang terletak di antara Palangkaraya, Kabupaten Katingan dan Kabupaten Gunung Mas, di mana luas 300.000 ha tersedia untuk pembangunan, dan daerah tersebut diketahui relatif bebas dari risiko bencana alam.

Pada tahap pertama, ibu kota baru ini direncanakan dapat menampung 1,5 juta penduduk, yang terdiri dari 200.000 pejabat negara dan 25.000 personil polisi dan militer. Pemerintah akan membutuhkan setidaknya sekitar US$ 33 miliar untuk membangun kota baru. [05]

Tinggalkan Komentar

%d bloggers like this: