Rencana Umum Energi Daerah (RUED) Kaltim di Target 28,7% Tahun 2050

Pembicara Uji Publik Ketua Pansus HS Abdurrahman Al Hasani, ESDM Kaltim Pancasila Rekso Bantolo, Dewan Energi Nasional Nanang Krsitanto, Selasa, 30 Juli 2019. (Foto: Ist)

kabar-energi.com – Sumber daya energi terutama gas dan batubara masih menjadi komoditas andalan untuk menopang pendapatan di Kaltim. Di sisi lain, pemanfaatan gas bumi domestik belum optimal, karena terbatasnya infrastruktur gas dan penyerapan konsumsi gas dalam negeri yang masih rendah.

Akibatnya penciptaan multiplier effect bagi ekonomi domestik, terutama pengembangan industri, penyerapan tenaga kerja, dan peningkatan nilai tambah belum maksimal

“Sumber energi berbasis fosil akan habis, untuk itu perlu diantisipasi dengan peningkatan penggunaan Energi baru dan Terbarkan (EBT),” Ungkap H.S. Abdurrahman Al Hasani ketua pansus Uji Publik Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Umum Energi Daerah (RUED) Provinsi Kalimantan Timur tahun 2019 – 2050, Samarinda, Selasa (30/7/2019)

Penyediaan sumber energi dalam jangka panjang perlu dikelola dan diproyeksikan dengan baik untuk mengantisipasi kebutuhan enam sektor pengguna antara lain Industri, Transportasi, Rumah Tangga, Komersial, Sektor lainnya, dan Non Energi.

Dalam Raperda tersebut Daerah diamanatkan untuk dapat memberikan kontribusi terhadap pencapaian angka bauran energi nasional, dimana daerah Kalimantan Timur dalam pembahasan Raperda diproyeksikan hanya dapat menargetkan tingkat bauran energi atau penggunaan Energi baru dan Terbarukan sebesar 12,4% ditahun 2025 dan 28,7% ditahun 2050.

Masih dibawah target angka nasional yakni 31% ditahun 2050. Hal ini disebabkan oleh masih dominannya pengguna energi yang berasal dari bahan bakar yang berbasis fosil. Akibat dari harga EBT belum kompetitif  dikarenakan masih  adanya subsidi untuk BBM dan listrik serta masih mahalnya biaya dari sebagian besar teknologi EBT. Akibatnya EBT tidak dapat bersaing dengan energi fosil

Rencana penggunaan energi di Kaltim dihitung dari enam sektor pengguna yang masih didominasi oleh pengguna dari sektor lainnya hingga tahun 2050. Sementara sektor industri menempati pada urutan ke dua.

Dalam penyusunan rencana Umum Energi Daerah khususnya sumber energi harus memperhatikan beberap aspek yakni mengutamakan sumber daya yang dimiliki daerah, pembatasan exploitasi sumber daya energi fosil dan mempertimbangkan aspek pemenuhan kesejahteraan rakyat dan keselamatan lingkungan hidup.

Isu tentang energi ini sangat vital. Sama halnya dengan pangan. Dua topik paling sering dibicarakan dan dikhawatirkan di seluruh dunia, Energi dan Pangan. Seluruh Negara di dunia berlomba-lomba melakukan terobosan dalam pengelolaan dan pengembangan energi.

“Kebutuhan terhadap RUED bagi Kaltim adalah penting sebagai lumbung energi. Perlu dipikirkan bersama strategi paska tambang mineral. Kaltim ini sumber energi mineral melimpah, tapi masih sering terjadi kelangkaan BBM. Sering terjadi pemadaman listrik. Beberapa daerah masih terisolir layanan Listrik. Dengan adanya RUED ini, kita harapkan persoalan listrik di Kaltim ke depan bisa diatasi,” ujar Wakil Ketua DPRD kaltim, Muhammad Samsun, Selasa (30/7/2019)

Perda yang dihasilkan nanti ini diharapkan secara substantive dapat bersifat akomodatif, aplikatif, dan dapat direalisasikan secara konkrit di lapangan

Terkait pengembangan energi terbarukan, energi alternatif, sampai hari ini mayoritas masih tahap penelitian. Tentu kita berharap aspek ini bias mendapat akselerasi sehingga hasilnya dapat dirasakan dalam waktu yang tidak terlalu lama, tambah samsun [05]

 

 

Tinggalkan Komentar

%d bloggers like this: