Ihwan Datu Adam: Ketahanan Listrik Indonesia Lemah

Anggota Komisi VII DPR RI Ihwan Datu Adam Dapil Kalimantan Timur

kabar-energi.com – Anggota DPR RI menyoroti kasus terjadinya pemadaman listrik yang terjadi di Jakarta dan sebagaian pulau jawa lainnya, para wakil rakyat ini mengevaluasi dan mengkritik terhadap kinerja PT. PLN (Persero) yang merupakan perusahaan milik pemerintah.

Ihwan Datu Adam Anggota Komisi VII DPR RI  asal Kalimantan Timur menilai ketahanan listrik di Indonesia sangat lemah. Hal ini terbukti dengan terjadinya pemadaman listrik dalam waktu berjam-jam lamanya pada Minggu (4/8/2019) kemarin dan sebagian hari ini di Pulau Jawa.

Kasus tersebut seharusnya menjadi evaluasi bagi PT. PLN (Persero) selaku pihak utama yang mensuplai listrik, juga sinergi dengan kementerian teknis lainnya.

“Padahal listrik menjadi sumber utama yang vital karena terkait dengan pergerakan manusia dan aktivitas dasar lainnya. Ini membuktikan di republik ini belum terjadi sinergi yang baik antar kementerian teknis dan perusahaan plat merah PT. PLN di dalam mengelola kelistrikan,” ujar Ihwan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (5/8/2019).

Sebagai Komisi VII DPR RI bidang energi yang salah satu mitra kerjanya PLN, pihaknya telah berupaya dan berkomitmen untuk menganggarkan secara penuh dalam menjamin kelancaran listrik melalui subsidi yang berjenjang dan kenaikan tarif bertahap pada golongan di atas 900 watt.  “Harusnya upaya baik Komisi VII DPR harus diimbangi juga dengan output yang dihasilkan oleh PLN,” tambah Ihwan.

PLN tidak serta merta seharusnya berdalih terkait terjadinya kerusakan pembangkit di daerah Cirebon dan kerusakan Sutet di wilayah Jawa Barat sebagai dampak utama yang terjadinya pemadaman listrik secara serentak tersebut.

“Ada yang salah denganPLN ini, dana sudah dikucurkan dari pemerintah, tarif listrik monopoli hak PLN, kenaikan sudah dilakukan, namun pelayanan tidak berubah malah semakin merugikan konsumen,” kritik politisi Partai Demokrat itu.

Klaim tentang telah tercapainya elektrifikasi 95% di seluruh wilayah Indonesia, beber Ihwan menjadi tidak ada artinya jika di daerah vital seperti ibu kota Jakarta dan kota besar lainnya terjadi pemadaman listrik hingga berjam-jam. Kejadian ini akan menjadi bahan evaluasi bagi Komisi VII DPR RI dalam rapat-rapat kerja yang akan datang. [05]

Tinggalkan Komentar

%d bloggers like this: