Dampak Tumpahan Minyak ONWJ Pertamina Hingga Maret 2020

Nelayan menangkap ceceran limbah Minyak di Kawarang. (Foto: Mongbay)

kabar-energi.com – PT Pertamina (Persero) melakukan upaya pembersihan setelah terjadinya tumpahan minyak dari sumur di Laut Jawa Indonesia akan memakan waktu setidaknya Maret tahun depan

Tumpahan minyak tersebut dimulai pada 12 Juli lalu ketika Pertamina melakukan pengeboran di sumur YYA-1 di blok OffWJ North Westshore (ONWJ), sekitar 2 km dari garis pantai di Kabupaten Karawang.

“Kami sangat prihatin dengan warga yang terkena dampak dan kami telah mencoba untuk mengurangi dampaknya sejak insiden tersebut terjadi,” ujar Dharmawan Samsu, Direktur hulu Pertamina usai konferensi pers di Jakarta, Kamis (7/8/2019)

Pertamina telah mengebor sumur sedalam 9.000 kaki (2.700 m) untuk menghentikan tumpahan, ungkap Komandan Incident Management Team (IMT) Taufik Adityawarman pada kesempatan yang sama

Hampir 4.000 barel minyak telah ditemukan dari laut sejak tumpahan terjadi dan 4.900 ton pasir dan batu yang tercemar telah dibersihkan dari pantai

Pertamina telah mengerahkan 44 kapal ke daerah itu dan oil boom untuk menampung tumpahan lepas pantai tersebut, serta oil skimmer  untuk mengambil minyak dari permukaan

Pertamina mengatakan upaya pemulihan lingkungan sektiarnya dan diharapkan bisa selesai bulan Maret 2020 yang mencakup pemeliharaan di daerah yang terkena dampak, renovasi fasilitas publik dan pemulihan lingkungan serta kompensasi bagi penduduk yang terkena dampak.

Sebagian besar dari mereka yang terkena dampak adalah nelayan, petani ikan atau bekerja di industri perhotelan. [05]

Tinggalkan Komentar

%d bloggers like this: