Solusi Padamnya Listrik dan Polusi Dengan Energi Nuklir

Ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). (Net)

kabar-energi.com – Menurut Kurtubi Anggota Komisi VII DPR RI bahwa akibat terjadinya listrik padam secara massal di wilayah Jabodetabek, Banten, dan Jawa Barat yang terjadi pada hari Minggu (4/8/2019) lalu, telah menimbulkan kerugian dan penderitaan bagi rakyat yang terdampak.

Dilihat dari sisi lamanya pemadaman listrik dan dari sisi daerah yang terdampak, hal itu sangat luar biasa. Sehingga rakyat merasa begitu kesusahan karena aktivitasnya terganggu. Dan oleh karenanya Komisi VII DPR telah memanggil Plt. Dirut PT. PLN beserta jajarannya guna mengetahui penyebab utama dari kejadian tersebut.

“Yang kita dengar di ruang publik, penyebab utamanya adalah tidak berfungsinya sistem transmisi sutet (Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi) di Ungaran. Kami akan mendorong untuk dilakukan investigasi se-independen mungkin. Kita mengharapkan menguak secara jujur dan fair apa penyebab sebenarnya, sehingga kita bisa mengambil kesimpulan dan pelajaran dari kejadian ini,” kata Kurtubi di Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa (6/8/2019).

Politisi Fraksi Partai Nasdem Dapil NTB tersebut mengungkapkan bahwa Listrik di negara kita amat sangat penting keberadaannya, “Baru padam sekitar 12 jam, sudah banyak menyebabkan penderitaan. Seperti terganggunya operasional MRT. Bagaimana kalau kita sudah punya MRT dan LRT yang beroperasi ke segala arah, ataupun bagaimana kalau semua kendaraan listrik sudah beroperasi di Indonesia,” tambahnya

Sebagaimana diketahui saat ini sudah ada 30 pembangkit di Pulau Jawa. “Bagaimana mau meng-handle yang jumlahnya lebih banyak lagi, kalau yang 30 (pembangkit) ini saja sistem transmisinya tidak menjamin keamanan suplai listrik dari timur ke barat. Sistem transmisi di Pulau Jawa sudah bagus, tetapi infrastruktur transmisinya yang masih kurang ‘wah’,” ucap Kurtubi.

Kedepan pemerintah didalam merencanakan pembangunan pembangkit listrik, baik lokasi maupun jenis pembangkitnya, harus yang bersih dan tidak menimbulkan polusi. “Kita mendorong pembangunan pembangkit listrik yang bersih, yakni yang menggunakan energi baru terbarukan seperti energi nuklir, matahari, angin, dan air.”

Energi Nuklir sebagai solusi mengurangi polusi terutama di daerah industri. “PLTN bisa jadi salah satu solusi kurangi polusi udara, sebab Jakarta sudah pada titik membahayakan dimana penyebab utamanya karena penggunaan kendaraan bermotor, tetapi juga ada pembangkit listrik tenaga fosil terutama batubara,” ujarnya. [05]

Tinggalkan Komentar

%d bloggers like this: