Indonesia Pangkas Subsidi Energi Rp 137,5 Triliun Tahun 2020

kabar-energi.com – Pemerintahan Jokowi-JK mengusulkan pemotongan subsidi energi sebesar 3,4 persen dalam anggaran negara tahun 2020 sebesar Rp 137,5 triliun (US$ 9,7 miliar), dibandingkan dengan Rp 142,6 triliun yang dialokasikan dalam anggaran tahun 2019.

Presiden Jokowi telah mengurangi subsidi energi sejak mulai menjabat pada 2014 dengan mengalokasikan lebih banyak sumber daya pengembangan infrastruktur dan pendidikan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pada hari Minggu (18/8/2019) bahwa pemerintah akan mensubsidi bahan bakar diesel sebesar Rp 1.000 per liter tahun depan, sementara itu juga akan mengendalikan harga minyak tanah dan gas minyak cair (LPG)

Pemerintah telah mengalokasikan Rp18,8 triliun untuk subsidi bahan bakar minyak, Rp52 triliun untuk LPG bersubsidi dan Rp62,2 triliun untuk listrik bersubsidi, juga mengalokasikan Rp4,5 triliun untuk Pertamina bersubsidi yang dipasok sejak pada 2018.

Pemerintah juga akan terus meningkatkan skema penargetannya, untuk menjadi efektif dalam membantu orang-orang yang kurang mampu.

Pemberian subsidi masih diperlukan untuk menopang daya beli masyarakat, terutama yang berada di tingkat pendapatan yang lebih rendah.

Sri Mulyani mengatakan pemerintah akan meningkatkan kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengendalikan dan memantau konsumsi bahan bakar bersubsidi dan LPG 3 kilogram.

“Subsidi energi ditujukan untuk memastikan stabilitas harga dengan memperkuat kontrol dan pemantauan konsumsi energi demi efektivitas,” ujar Sri Mulyani.

Dia menambahkan bahwa hanya konsumen dengan 450 volt-ampere (VA) dan kapasitas daya 900 VA yang dipasang di rumah mereka, atau mereka yang terdaftar dalam program pengurangan kemiskinan, yang akan memenuhi syarat untuk listrik bersubsidi. [05/JG]

Tinggalkan Komentar

%d bloggers like this: