Konsep Ibu Kota Baru, Jokowi diminta Gunakan Energi Terbarukan

Peresmian pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Angin Sulsel terbesar di Indonesia (2/7/2018). (Setneg)

kabar-energi.com – Presiden Jokowi telah menetapkan Ibukota Negara baru yang terletak di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara Propinsi Kalimantan Timur.

Pembangunan Ibukota Negara yang baru ini diperkirakan akan menghabiskan dana sebesar Rp 466 triliun, yang akan digunakan untuk pembangunan gedung-gedung legislatif, yudikatif, eksekutif, Istana Negara, bangunan TNI serta Polri, gedung sekolah dan perguruan tinggi, hingga sarana kesehatan. Akan dibangun pula rumah dinas untuk ASN dan TNI serta Polri.

Surya Darma Ketua Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) bersama dengan Asosiasi-Asosiasi Energi Terbarukan berharap bahwa dalam membangun Ibukota Negara yang baru pemerintah benar-benar memperhatikan agar Ibukota Negara yang baru tersebut dapat dihuni dengan nyaman (liveable), memperhatikan aspek-aspek lingkungan dan keberlanjutan, serta dibangun dengan mengupayakan emisi GRK yang rendah (low carbon city) dan menggunakan energi yang berbasis energi terbarukan.

Dalam hal ini, diharapkan pemerintah membangun fasilitas angkutan umum massal yang menggunakan sumber energi listrik dan menggunakan kendaraan listrik (mobil dan sepeda motor) untuk mobilitas masyarakat, tanpa mengabaikan fasilitas untuk pejalan kaki dan taman kota

Hasil gambar untuk konsep ibu kota negara
Desain Kawasan inti pusat pemerintahan ibu kota negara (Kementerian PUPR)

Disamping itu, pemerintah juga perlu membangun fasilitas charging station di setiap sudut kota yang juga bisa bersumber dari energi terbarukan. Sebagai stakeholder yang bergerak dalam bidang energi terbarukan, METI berharap bahwa Ibukota yang baru menggunakan energi terbarukan untuk memenuhi kebutuhan energinya.

Dengan asumsi jumlah penduduk Ibukota Negara yang baru sebanyak 1.5 juta jiwa maka akan dibutuhkan energi sekitar 3.75 TWh/tahun – 4.5 TWh/tahun. Dengan memperhatikan potensi sumber energi disekitarnya, perkiraan kapasitas pembangkit energi terbarukan yang perlu dibangun untuk memenuhi kebutuhan energi Ibukota negara yakni PLTS Atap sebesar 535-640 MW, Solar farm sebesar 400-480 MW, PLTA sebesasr 200-230 MW, PLTB sebesar 150-180 MW, PLTBm sebesar 140-170 MW

“Menjadi sangat penting bagi pemerintah untuk memanfaatkan 100% energi terbarukan untuk Ibukota Negara yang baru untuk menunjukkan komitmen pemerintah untuk mendukung pengembangan energi terbarukan,” ujar Surya dalam keterangan yang diterima kabar energi pada Selasa (27/8/2019).

Dengan contoh yang diberikan pemerintah ini maka pemerintah daerah juga dapat mengikuti langkah pemerintah pusat untuk memprioritaskan pemanfaatan energi terbarukan, yang pada akhirnya akan mendukung tercapainya target energi terbarukan dalam bauran energi, sebagaimana tercantum dalam Kebijakan Energi Nasional, dan juga sekaligus mendukung pencapaian penurunan emisi gas rumah kaca Indonesia. [05]

1 Comment
  1. […] Baca juga : Konsep Ibu Kota Baru, Jokowi diminta Gunakan Energi Terbarukan […]

Tinggalkan Komentar

%d bloggers like this: