Rusia Siap Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Kalimantan

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). (irei)

kabar-energi.com – Dalam mempercepat pertumbuhan Ibu Kota Negara baru di Provinsi Kalimantan Timur, Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono mengungkapkan diperlukan peningkatan sarana dan prasarana infrastruktur seperti Pembangkit Tenagan Nuklir (PLTN) dan pembangunan kereta api Trans Kalimantan.

“Baru saja Presiden Joko Widodo telah menyatakan pemindahan ibu kota ke Provinsi Kalimantan Timur. Maka apa yang telah direncanakan seperti kereta api dan PLTN sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan ibu kota negara,” ujar Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono saat menerima delegasi dari Rosatom Rusia di Nusantara III Komplek Parlemen, Jakarta, Selasa (27/8/2019).

Senator asal Maluku tersebut menilai pemindahan ibu kota juga sangat membutuhkan sarana dan prasarana infrastruktur. Sehingga PLTN dan Trans Kalimantan perlu diselaraskan dengan pemindahan ibu kota. “Pemindahan ibu kota perlu diselaraskan dengan PLTN dan Trans Kalimantan,” tuturnya.

Sebelumnya pada pidato kenegaraan 16 Agustus lalu Presiden Jokowi telah memberikan lampu hijau. Maka sudah seharusnya Indonesia menggunakan nuklir untuk menggantikan sumber daya berbasis fosil.

Wakil ketua DPD RI Nono Sampono dan Rosatom Rusia  (DPD RI)

“Oleh karena itu, ini menjadi peluang besar. Kami di parlemen mendukung itu. Kita bukan berbicara bisnis tapi jangka panjang kepentingan negara dengan kepentingan tenaga nuklir,” tambah Nono.

Ada dua hal besar di parlemen terkait dengan tenaga nuklir yaitu dukungan politik dan payung hukum berdasarkan penggunan nuklir. Karena ada pihak-pihak yang tidak menghendaki tenaga nuklir untuk industri atau lainnya. “Tapi itu terjadi, bisa karena persaingan ekonomi sehingga muncul hal seperti itu. Memang perubahan membawa akibat atau dampak,” tambahnya.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Direktur Rosatom Asia Tenggara, Egor Simonov mengatakan pemindahan ibu kota dibutuhkan energi tambahan. Maka dibutuhkan tenaga nuklir yang sudah dipastikan ramah dan aman. “Pemindahan ibu kota dibutuhkan energi tambahan seperti tenaga nuklir yang aman dan ramah lingkungan,” ucapnya.

Sementara itu, Senior Councellor Dubes Rusia, Veronika Novoseltseva mengungkapkan bahwa kedatangan Direktur Rosatom Asia Tenggara memberikan suatu kemajuan terutama energi nuklir dengan tujuan damai.

“Kami mengembangkan tenaga nuklir dengan negara-negara lain. Kami berharap bisa mengembangkan di Indonesia agar membawa dampak baik untuk kedua negara,” ujarnya. [05]

Tinggalkan Komentar

%d bloggers like this: