Tak Hanya Kalbar, Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Bakal Dibangun di Kalteng

Ilustrasi PLTN. (ncsl)

kabar-energi.com – Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI  berkunjung ke Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, dalam rangka membahas terkait infrastruktur di Kalteng, termasuk rencana pembangunan rel kereta api dan pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). Rombongan diterima oleh Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Habib Ismail Bin Yahya

“Kami memang sengaja datang ke sini untuk silaturahmi, sekaligus membahas rencana pembangunan rel kereta api dan PLTN yang ada di Kalteng ini,” ujar Wakil Ketua DPD RI Letjen TNI Mar (Purn) Dr Nono Sampono, Senin, (2/9/2019)

Selepas dari Kalteng Delegasi DPD RI akan menuju Kota Pontianak guna bertemu dengan Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) dalam rangka membahas hal yang sama. Pasalnya, pada 5 September nanti Presiden RI Joko Widodo akan berkunjung ke Kalbar dalam rangka peresmian kawasan industri terpadu dan PLTN.

Dalam hal ini, kaitannya dengan DPD, yang berusaha mencari investor sekaligus negara mana yang dapat mendukung, termasuk Rusia yang siap bekerjasama membangun rel kereta api maupun PLTN

“Kami memang berusaha mencari investor sekaligus negara mana yang kira-kira mendukung. Kebetulan Rusia siap mendukung pembangunan rel kereta api dan PLTN,” ungkapnya.

Wakil Gubernur Kalteng Habib Ismail bin Yahya (tengah) saat berbincang dengan Wakil Ketua DPD RI Letjen TNI Mar (Purn) Dr Nono Sampono (kanan) di Palangka Raya, Senin, (2/9/2019). (Foto: Muhammad Arif Hidayat)

Pembangunan rel kereta api diproyeksikan menghubungkan antara lima provinsi yang ada di Kalimantan, yakni mulai dari Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimanan Selatan, Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Barat.

Pada tahap awal, kereta api dikhususkan untuk angkutan barang. Namun seiring berjalannya waktu, kereta api juga pada nantinya diperuntukan terhadap angkutan barang dan juga penumpang.

Sementara itu untuk pembangunan PLTN nantinya, akan dilakukan di sejumlah wilayah, termasuk Kalteng. Nantinya akan dilakukan kajian secara mendalam oleh tim teknis dan ahli di bidangnya untuk menentukan lokasi dimanana PLTN akan dibangun dengan daya yang paling besar atau di atas 1.000 mega watt serta yang di bawahnya.

“Kami juga mendorong pemerintah daerah yang ada di lima provinsi di Kalimantan segera bergerak, melakukan percepatan pembangunan menyongsong rencana pemindahan ibu kota ke Kaltim, Ini adalah kepentingan jangka panjang dan menguntungkan. Mungkin sekarang harus mengeluarkan biaya besar, tapi ke depan dampak dari itu akan besar sekali,” tambah Nono.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kalteng Habib Ismail bin Yahya mengatakan, pihaknya menyambut baik kedatangan rombongan DPD RI ke Kalteng dalam rangka memperkuat fungsi DPD dan membahas rencana pembangunan yang ada di Kalimantan.

“Kami menyambut baik silaturahmi ini, termasuk berbagai rencana pembangunan di Kalimantan maupun Kalteng kedepannya. Kalteng selalu siap untuk bersinergi,” pungkasnya. [05]

 

Tinggalkan Komentar

%d bloggers like this: