BAPETEN: Peraturan Perundang-Undangan Untuk Program PLTN Kalbar Sedang Dirancang

Rapat Koordinasi BAPETEN dengan Pemangku Kepentingan Daerah Kalbar Terkait Persiapan Pembangunan PLTN Kalbar di Hotel Harris, Pontianak (03/09/19)

 

kabar-energi.com – Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) telah mengadakan rapat koordinasi dengan pemangku kepentingan daerah Kalimantan Barat membahas mekanisme pengawasan instalasi dan bahan nuklir yang diperlukan dalam program perencanaan pembangunan PLTN di Kalimantan Barat pada hari Selasa (03/09/19) bertempat di Hotel Harris, Pontianak. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas partisipasi BAPETEN pada proses pembentukan Nuclear Energy Program Implementing Organization (NEPIO) sebagai kajian penerapan Integrated Risk Informed Decision Making.

Rapat dipimpin langsung oleh Deputi Pengkajian Keselamatan Nuklir BAPETEN, Yus Rusdian Akhmad dan dihadiri perwakilanpemangku kepentingan daerah Kalbar diantaranya Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi Kalbar; Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (BALITBANG) Provinsi Kalbar; Staff Ahli Bupati Bengkayang beserta BAPPEDA Kabupaten Bengkayang; Staff Kepala BAPPEDA Kabupaten Melawi; Staff Ahli Bupati Sambas; Staff Ahli Bupati Ketapang; Kepala Dinas PUPR Provinsi Kalbar; Kepala Dinas Pertambangan dan ESDM Provinsi Kalbar; Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup Provinsi Kalbar ; Dekan Fakultas Teknik dan MIPA Universitas Tanjungpura, Pakar Komunikasi Nuklir Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Tanjungpura, Rektor Universitas Pancabakti, Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Kalbar, Komunitas Muda Nuklir Nasional Kalimantan Barat, dan Retech Solution Indonesia.

Rapat dipimpin langsung oleh Deputi Pengkajian Keselamatan Nuklir BAPETEN, Yus Rusdian Akhmad membahas peraturan perundang-undangan yang mendukung program PLTN Kalbar.

Rapat diawali dengan pemaparan dari BAPETEN terkait posisinya sebagai badan regulator pembuat peraturan perundang-undangan dan pengawasan dalam pelaksanaan pekerjaan yang berhubungan dengan teknologi nuklir. Dalam program perencanaan pembangunan PLTN Kalbar, BAPETEN sudah mulai merancang peraturan perundang-undangan untuk memfasilitasi Tim Penyiapan Pembangunan PLTN Prototipe dan Komersialisasinya di Indonesia dalam melakukan pekerjaannya. “Kami sebagai Badan Regulator yang ditunjuk Presiden akan menyiapkan peraturan perundang-undangan untuk mendukung program PLTN Kalbar. Selain itu kami juga akan melakukan pengawasan dari pra-studi kelayakan, studi kelayakan hingga masuk konsorsium proyek apabila proyek pembangunan PLTN sudah mulai berjalan”, Ungkap Yus Rusdian Akhmad.

Kemudian Kepala Direktorat Pengaturan Pengawasan Instalasi dan Bahan Nuklir BAPETEN, Yudi Pramono juga mengatakan akan terus melakukan penyempurnaan regulasi mengenai pengawasan pembangunan PLTN sehingga apabila PLTN dibangun, maka keselamatan dan keamanannya dapat terjamin. “Kita akan menyiapkan segala peraturan perundang-undangan terkait pengawasan pembangunan PLTN Kalbar, dan harus menyesuaikan aturan tersebut dengan peraturan daerah di Kalbar. Tantangan BAPETEN adalah secara profesional melaksanakan pengawasan pemanfaatan energi nuklir, dan khsususnya untuk PLTN Kalbar kami mengharapkan Kementerian/Lembaga daerah terkait dapat mempersiapkan peraturan daerah yang mendukung pelaksanaan pembangunan PLTN tersebut”. Ungkap Yudi.

Tahapan pembangunan instalasi nuklir PLTN. (Sumber : BAPETEN)

Selain itu, BAPETEN juga masih menunggu pihak pemohon Tim Penyiapan Pembangunan PLTN Kalbar yang dalam hal ini adalah Kemenristekdikti dan BATAN agar bisa segera menyerahkan dokumen kajian studi kelayakan Tapak PLTN Kalbar sehingga dapat diproses untuk mendapatkan izin Tapak PLTN Kalbar. Adapun dalam proses pembangunan PLTN terdapat lima tahapan diantaranya survei tapak, evaluasi tapak, desain, persiapan, dan konstruksi. Dalam setiap tahapan juga terdapat izin/persetujuan yang harus diperoleh dari BAPETEN antara lain persetujuan evaluasi tapak, izin tapak, persetujuan desain, izin konstruksi, dan persetujuan perubahan desain (Rko)

Tinggalkan Komentar

%d bloggers like this: