Prototipe PLTN 100 MW Pertama Indonesia Akan Dibangun Di Kalbar

Deputi TEN BATAN sedang melakukan konferensi pers terkait Prototipe PLTN Kalbar masuk Program Riset Nasional (10/09/19)

kabar-energi.com – Pemerintah melalui Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (KEMENRISTEKDIKTI) dan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) telah menyatakan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) harus segera direalisasikan. Hal ini untuk menyongsong Indonesia menjadi negara industri dunia yang mana kebutuhan listrik untuk menyuplai industri harus stabil dan terjamin.

Deputi Bidang Teknologi Energi Nuklir BATAN, Suryantoro menyebutkan sekarang sedang dilakukan kajian yang mendalam oleh Tim Pengkaji mengenai calon tapak prototipe PLTN pertama Indonesia di Provinsi Kalimantan Barat. “Kalbar membutuhkan adanya PLTN untuk mengatasi masalah defisit energi listrik dan juga menginginkan pasokan listrik yang bersih, salah satunya dengan memanfaatkan PLTN”. Ungkap Suryantoro usai acara Focus Group Discussion (FGD) di Tangerang Selatan pada Selasa (10/09/19).

Focus Group Discussion membahas energi nuklir di Indonesia (10/09/19)

Pembangunan PLTN juga bertujuan untuk menyuplai industri pengolahan Sumber Daya Alam (SDA) Bauksit yang melimpah di daerah Kalbar. Berdasarkan data dari Kementerian ESDM, Kalbar merupakan daerah yang memiliki cadangan bauksit yang melimpah, yakni sekitar 3,8 milyar ton. Bauksit tersebut harus diolah dengan menggunakan pabrik smelter agar menjadi produk setengah jadi (semi-finishing product) berupa alumina sebagai bahan baku industri aluminium. PLTN diperlukan untuk meningkatkan daya saing produk daerah tersebut karena dapat menghasilkan energi listrik yang melimpah.

Sebagai langkah awal dalam pembangunan PLTN komersil, pemerintah akan membangun prototipe atau purwarupa terlebih dahulu dengan kapasitas daya 100 MW. Proses pembangunannya akan dimulai pada tahun 2020 hingga 2024. Pihak BATAN akan mendukung rencana pembangunan tersebut dalam bentuk dukungan teknis mulai dari evaluasi tapak, izin tapak, persetujuan desain, izin konstruksi, hingga komisioning. “Prototipe PLTN Komersi itu adalah hasil riset yang dikembangkan oleh BATAN dan menjadi salah satu prioritas riset nasional ke depan. Saat ini hasil riset harus sudah menjadi dalam bentuk prototipe atau purwarupa, sehingga hasilnya bisa secara langsung dirasakan oleh masyarakat.” Tegas Suryantoro.

Berdasarkan hasil survei menunjukkan sekitar 87 persen masyarakat Kalbar mendukung pembangunan PLTN di Kalimantan Barat. Survei ini dilakukan oleh BATAN dalam Survei Dampak Pemanfaatan Hasil Litbang Iptek Nuklir Di Masyarakat Kalbar yang sudah dilakukan pada bulan Mei-Juli tahun 2019 ini. Hal ini menjadi sangat jelas urgensi untuk dibangunnya PLTN di Kalbar untuk menuju Kalbar yang mandiri energi listrik dan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai. (Rko)

Tinggalkan Komentar

%d bloggers like this: